AP/Lai Seng Sin
Topik
Canon Target Jual 80 Ribu Kamera Hingga Akhir Tahun
TEMPO.CO, Jakarta - Canon, melalui distributor resminya PT DataScrip, menargetkan penjualan kamera saku sebanyak 80 ribu hingga akhir tahun untuk mengejar target penjualan tahun ini sebanyak 280 ribu kamera. Canon optimistis dapat memenuhi target tersebut karena penjualan pada kuartal keempat biasanya tergenjot dengan adanya liburan akhir tahun.
“Pada musim liburan akhir tahun, penjualan bisa meningkat hingga 20 persen,” ujar Angelie Ivone, Marketing Executive Canon Image Communications Product Division PT Datascrip dalam, acara peluncuran kamera Canon di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2011.
Canon saat ini menguasai 28 persen pasar kamera saku di Indonesia dan hingga akhir kuartal ketiga telah menjual 200 ribu unit kamera saku.
Mendekati momen liburan ini Canon juga mengeluarkan lima kamera saku terbarunya, dua dari lini Ixus dan tiga dari jajaran PowerShot. Dalam kelima kamera ini telah disuntikkan teknologi terbaru dari Canon, yaitu Intelligent Image Stabilizer (IS). Dengan teknologi ini kamera dapat mengenali kondisi pengambilan gambar dan secara otomatis memilih metode IS yang optimal.
Dari lini Ixus, kamera yang diluncurkan adalah 1100 HS dan 230 HS. Ixus 1100 HS merupakan kamera kelas mid-high yang memiliki sensor CMOS beresolusi 12,1 megapiksel dan 12 x optical zoom dan dilengkapi dengan Touch Screen sebesar 3,2 sentimeter.
Fitur andalan kamera ini adalah Touch Shutter. Dengan fitur itu pengguna dapat menyentuh tampilan obyek foto yang ingin difokuskan dalam gambar dan kamera secara otomatis akan mengatur fokus dan pencahayaan yang tepat untuk obyek tersebut. Kemudian bila jari dilepaskan dari layar, kamera akan secara otomatis mengambil gambar.
Ixus 1100 HS adalah kamera saku untuk kelas mid to high yang sudah dilengkapi dengan sensor CMOS beresolusi 12,1 megapiksel dan 12x optical zoom (28-336 milimeter). Kamera berlayar sentuh sebesar 3,2 inci ini dilengkapi dengan fitur Touch Shutter.
Fitur itu membuat pengguna dapat menyentuh tampilan obyek foto yang ingin difokuskan dalam gambar, dan kamera secara otomatis akan mengatur fokus dan pencahayaan yang tepat untuk obyek tersebut. Kemudian bila jari dilepaskan dari layar, kamera akan secara otomatis mengambil gambar. Kamera ketebalan 21,9 milimeter ini dilempar ke pasaran dengan harga Rp 3,45 juta.
Sementara itu Ixus 230 HS ditujukan untuk wanita yang ingin tampil stylish dengan kamera saku yang tipis, tapi tetap mempertahankan kualitas kamera. Ixus 230 HS dipersenjatai dengan sensor CMOS dengan resolusi 12,1 megapiksel dan 8x optical zoom. Dengan ketebalan 22,1 milimeter, kamera saku yang tersedia dalam enam pilihan warna ini dibanderol dengan harga Rp 2,45 juta.
Kamera terbaru PowerShot, yaitu PowerShot S100 yang memiliki sensor CMOS beresolusi 12,2 megapiksel dengan 5x optical zoom, lensa Canon F2.0, serta prosesor terbaru dari Canon, yaitu Digic 5, yang memiliki kemampuan yang lebih baik dalam white balance dan mengurangi noise.
Sensor CMOS yang digunakan dalam kamera ini memiliki teknologi yang sama dengan kamera EOS, Digital SLR dari Canon, yang memberikan kemampuan menangkap cahaya empat kali lebih besar. PowerShot S100 dibanderol dengan harga Rp 4,35 juta.
Canon menghadirkan PowerShot SX40 HS yang memiliki kemampuan memotret jarak jauh, dengan optical zoom mencapai 35 kali. Kamera dengan resolusi 12,1 megapiksel ini juga sudah dilengkapi dengan lensa wide angle 24 milimeter, sehingga mampu mengeksekusi gambar makro dengan baik.
Kamera ini dilengkapi dengan LCD Vari-angle 2,7 inci yang dapat diputar ke segala arah, sehingga memudahkan pengambilan gambar dari sudut yang sulit. Kamera yang juga telah dilengkapi dengan prosesor DIGIC 5 ini dilempar ke pasar dengan harga Rp 4,6 juta.
Kamera terakhir yang diperkenalkan adalah SX 150 IS. Kamera ini memiliki resolusi sebesar 14,1 megapiksel dengan 12 x zoom. Powershot SX 150 IS adalah versi ekonomis dalam keluarga Powershot yang memiliki sumber tenaga dari baterai AA, dan dilepas dengan harga Rp 2,35 juta.
RATNANING ASIH





