Lutfi Hasan. TEMPO/ Amston Probel
Topik
Ada Pihak yang Inginkan PKS Keluar dari Koalisi
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaq, menyatakan ada desakan agar partainya keluar dari koalisi partai politik pengusung pemerintah. "Gagasan itu tidak hanya datang dari PKS, tapi juga dari sejumlah partai anggota koalisi, termasuk beberapa personil Demokrat," ujarnya kepada wartawan saat tiba di arena rapat pimpinan PKS, Jumat, 14 Oktober 2011.
PKS dan Demokrat memang sempat bersitegang beberapa kali. Bermula ketika hak angket Pansus Skandal Bank Century, PKS dan Partai Golongan Karya, mengusung Pansus Century yang bertujuan menggulingkan pemerintahan SBY. Namun, itikad ini tak kesampaian.
Konflik keduanya berlanjut sampai akhirnya disepakati tata etika dalam berkoalisi. Dalam kesepakatan itu, salah satu pasalnya menyebutkan bahwa setiap partai anggota koalisi dilarang saling menyerang satu sama lainnya.
Namun, ketika isu reshuffle kabinet menyeruak, PKS kembali menebar ancaman. Beberapa kader PKS menyatakan bahwa reshuffle hanya sebagai pengaturan logistik demi Pemilu 2014. Mereka juga mengancam pemerintah untuk tak mengutak-utik jatah menterinya. Jika tidak, PKS mengancam akan membeberkan kontrak khusus antara PKS dengan SBY.
Selain dari luar, Luthfi mengatakan bahwa usulan agar PKS mundur dari koalisi juga menyeruak dari kader-kader PKS. Menurutnya, dalam rapat kemarin di kantor DPP PKS, beberapa kader menyerukan agar PKS mundur saja jika jatah menterinya diusik. Namun, ia mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kepastian apakah jatah menteri PKS akan dikurangi atau tidak. Karena itu, sikap PKS soal ini, "Itu semua akan kita pelajari, kaji, sejauh mana impact-nya pada kepentingan nasional dan bangsa."
Anggota DPR Komisi I ini menambahkan, PKS juga belum diminta menyiapkan nama untuk menggantikan menteri PKS yang kemungkinan dicopot. "Saya rasa kalau tidak diminta ya tidak. Sejauh ini beliau belum menyebutkan sesuatu tentang menteri nama menteri ataupun nama partai yang terkena reshuffle," ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfud Siddiq mengatakan partainya akan bersikap setelah mengetahui keputusan reshuffle atau perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Semuanya masih harus menunggu reshuffle-nya dulu jelas," kata Mahfud Siddiq di kantor pusat PKS, Kamis malam, 13 Oktober 2011.
Sebelumnya beredar informasi adanya usulan PKS menarik empat menterinya di kabinet jika ada satu menterinya yang dicopot. Saat ini keempat menteri dari partai tersebut di Kabinet Indonesia Bersatu II adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, dan Menteri Sosial Salim Al Djufri.
FEBRIYAN





