Berubah Sikap, Slovakia Setujui Bail Out

TEMPO.CO, Bratislava - Setelah sempat menolak, kini Slovakia menyetujui ratifikasi bail out utang Eropa setelah voting yang dilakukan Kamis kemarin menyetujui percepatan pemilihan umum seperti yang dikehendaki partai oposisi. Selain itu partai kecil yang tergabung dalam koalisi berhasilk meyakinkan kabinet tentang perlunya dana bantuan itu untuk mengatasi krisis Eropa.



Hasil voting itu menyebabkan pemilihan umum yang direncanakan berlangsung 2014, dipercepat hingga 10 Maret 2012. Hal ini sesuai dengan tuntutan partai oposisi sayap kiri Smer, yang kini memberi dukungan untuk pengucuran dana penyelamatan Eropa atau EFSF.

Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso mengatakan keyakinannya bahwa Slovakia bakal menyetujui rencana tersebut, sehingga tak akan menghambat rencana pertemuan pemimpin Uni Eropa 23 Oktober mendatang. "Saya mengharapkan solusi, dan saya menyambut positif konsensus dari Slovakia ini," kata dia seperti dikutip Reuters.

Slovakia adalah satu-satunya negara pengguna mata uang Euro yang belum meratifikasi EFSF. Akibatnya pengucuran bantuan penyelamatan krisis sebesar 440 milyar Euro itu terhambat lantaran pengucuran dana itu harus disetujui 17 negara anggota zona Euro. Padahal sebetulnya 5,4 juta penduduk mereka hanya setara 2 persen dari total populasi penduduk di kawasan mata uang tunggal Euro.

Penolakan atas EFSF di Slovakia dimotori oleh Partai kebebasan dan Solidaritas atau SaS, yang mengatakan Slovakia tidak harus menyelamatkan negara-negara kaya yang kini terjerat utang. Gara-gara penolakan Slovakia itu rencana perlindungan bank-bank Eropa molor. Begitu pula dengan pengucuran dana bantuan untuk penyelesaian utang Yunani.

FERY FIRMANSYAH