Seorang pejalan kaki melewati kantor bank JPMorgan di New York. Pemerintah Amerika meminta JPMorgan mengambil alih Washington Mutual yang sedang mengalami krisis. Foto: AFP/Chris Hondros/Getty Images
Topik
Infografis
Saham Perbankan Bebani Wall Street
TEMPO.CO, New York—Bursa Wall Street akhirnya ditutup turun setelah laba perusahaan keuangan JP Morgan Chase & Co mengecewakan. Reli kenaikan indeks saham S&P 500 tercepat sejak Maret 2009 juga harus terhenti.
Saham sektor perbankan menyeret turun pasar setelah JP Morgan melaporkan bahwa pelambatan ekonomi telah menggerus labanya di triwulan ketiga tahun ini. Namun melonjaknya saham teknologi menjelang akhir perdagangan mampu meredakan kejatuhan.
Indeks Dow Jones industri pada perdagangan semalam ditutup turun 40,72 poin (0,4 persen) ke level 11.478,13. Indeks S&P 500 turun 3,59 poin (0,3 persen) ke 1.203,66. Sedangkan indeks saham teknologi Nasdaq berhasil menguat 15,51 poin (0,6) persen menjadi 2.620,24.
Saham JPMorgan anjlok 4,8 persen, Citigroup Inc turun 5,3 persen, Morgan Stanley turun 4,4 persen, serta saham Bank of America juga merosot 5,5 persen. JPMorgan adalah bank besar yang pertama kali melaporkan kinerja keuangannya, dan minggu depan Well Fargo, Citigroup dan Morgan Stanley akan melaporkan pendapatanannya.
“JPMorgan merupakan bank yang dianggap terkuat di AS saat ini, sehingga penurunan labanya bisa menjadi preseden buruk bagi perusahaan keuangan lainnya,” kata Jason Lilly, manajer portofolio di Rockland Trust Investment Management Group. Pendapatan JPMorgan turun 4 persen karena turunnya 31 persen pendapatan dari biaya investasi perbankan.
Akan tetapi relinya saham teknologi mampu menekan kerugian investor. Saham Yohoo menguat 1 persen karena investor berspekulasi bahwa perusahaan akan dibeli perusahaan lain. “Meningkatnya minat terhadap Yahoo membuat saham teknologi menguat,” kata Quincy Krosby, ahli stategi pasar untuk Prudencial Financial.
Berita menggembirakan dari industri teknologi membuat saham Apple Inc juga naik 1,6 persen pasca dirilisnya iPhone terbaru. Setelah pasar tutup semalam, Google merilis kinerja keuangan dimana labanya melonjak diatas ekspektasi para analis sehingga harga sahamnya langsung melonjak 5,4 persen.
Penurunan bursa Wall Street kali ini juga karena investor kecewa atas surplus perdagangan Cina yang turun dalam dua bulan beruntun dibulan September kemarin. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Cina mengalami pelambatan dari perkiraan sebelumnya karena turunya permintaan ekspor dari AS.
Menguatnya harga saham dalam beberapa hari terakhir karena adanya tanda – tanda bahwa Eropa mulai mendapat pegangan dalam memperbaiki krisis keuangan. Pasar naik dan turun sangat tajam terjadi sejak Agustus lalu karena kekhawatiran utang kawasan Eropa dan akan terus berlangsung hingga resolusi untuk utang tercapai.
Para pejabat Eropa sepertinya juga sudah membuat kemajuan untuk menopang perbankan kawasan. Selain paket bantuan, pemimpin Komisi Eropa juga mengatakan mereka akan meminta bank untuk menahan modal lebih banyak untuk melindungi mereka dari kerugian. Meskipun tanpa spesifik bagaimana reformasi tersebut akan tercapai, dan investor mulai khawatir bahwa rencana tersebut akan memburuk.
Saham penyedia layanan BlackBerry, Research in Motion harganya jatuh 1,7 persen setelah jaringannya putus dalam tiga hari diseluruh penjuru dunia. Perusahaan mengemukakan, bahwa kerusakan jaringan infrastruktur di Eropa yang menjadi penyebabnya.
AP/ VIVA B. KUSNANDAR





