foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Aksi Ambil Untung Hentikan Kenaikan Indeks  

TEMPO.CO, Jakarta - Melemahnya bursa regional dan indeks lokal yang sudah naik signifikan dalam empat hari sebelumnya dijadikan momen oleh para investor untuk merealisasikan keuntungan yang sudah diperoleh. Hal ini membuat indeks ditutup turun untuk pertama kalinya sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan Jumat, 14 Oktober 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup turun 10,704 poin (0,29 persen) ke level 3.664,68. Turunnya surplus perdagangan Cina membuat para pemodal khawatir bahwa krisis Eropa mulai berdampak terhadap perekonomian Asia.

Analis dari PT Millenium Danatama Sekuritas, Abidin mengemukakan, aksi lepas saham yang hampir terjadi di semua sektor seiring memerahnya bursa regional akhirnya menghentikan kenaikan indeks dalam empat hari terakhir. Kondisi akhir pekan dan minimnya transaksi di bursa menghentikan langkah indeks untuk menggapai level 3.700.

“Sikap hati–hati investor mengantisipasi hasil dari pertemuan dari negara–negara yang tergabung dalam kelompok G20 yang berlangsung dua hari (14-15 Oktober) membuat para investor melepas sebagian portofolio sahamnya sehingga indeks turun,” paparnya.

Adanya upaya yang cukup serius dari para pembuat kebijakan Eropa dalam mengatasi masalah krisis utang mampu memulihkan kepercayaan investor kembali berinvestasi di bursa saham membuat indeks melonjak 7 persen lebih dalam empat hari terakhir. Indeks bahkan sempat menyentuh level 3.702 kamis lalu.

Volume perdagangan hari ini mencapai 5,36 miliar lembar dengan nilai Rp 5,34 triliun, serta frekuensi 115,8 ribu kali transaksi. Harga 105 saham naik, 91 saham turun, serta 82 saham lainnya stagnan. Dan investor asing mencatat penjualan bersih Rp 169 miliar.

Dari kawasan regional, bursa Shanghai sore ini ditutup turun tipis 0,3 persen, bursa Hong Kong melemah 1,36 persen, bursa Tokyo jatuh 0,85 persen, serta bursa Taiwan juga terkoreksi 0,95 persen. Sedangkan bursa Seoul hari ini justru berhasil menguat 0,67 persen.

VIVA B. KUSNANDAR