REUTERS/Jason Lee
Topik
Infografis
Kebal Krisis, Laba Google Tumbuh 26 Persen
TEMPO.CO, New York - Memuncaknya kekhawatiran terjadinya resesi global tidak mampu mengguncang bisnis perusahaan mesin pencari di ranah maya, Google Inc. Laba mesin pencari di dunia Internet dan periklanan ini tetap tumbuh di triwulan ketiga 2011, mengindikasikan bagaimana Google telah melahirkan bisnis yang mampu bertahan dari terjangan badai ekonomi dan lebih baik dari kebanyakan perusahaan lainnya.
“Ketika saya melihat kembali pada hasil kuartal terakhir, kata yang muncul dalam pikiran saya adalah gangbuster,” kata Larry Page dalam telekonferensi dengan para analis semalam.
Investor pun langsung dengan cepat memburu saham Google begitu laporan tersebut keluar, sehingga harganya sempat melonjak hingga lebih dari 6 persen. Sahamnya naik US$ 35,94 menjadi US$ 594,93 dalam perdagangan elektronik setelah keluarnya laporan keuangan.
Kuartal ketiga kemarin menggambarkan sebuah perusahaan yang beroperasi dalam gelembung krisis ekonomi. Bahkan di tengah tingginya tingkat pengangguran, Google malah mampu menambah hampir 2.600 pekerja dan menjadikan tahun 2011 merupakan tahun perekrutan terbesar yang dilakukan dalam 13 tahun sejarah perusahaan. Hingga bulan September lalu Google telah mempunyai karyawan 31.500 pekerja, yang berarti meningkat 28 persen, atau sekitar 7.000 pekerja dibandingkan akhir tahun lalu.
Di saat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) menyusut, Google justru berhasil meningkatkan penjualannya sebesar 33 persen lebih di triwulan ketiga 2011. Ini juga menggarisbawahi pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam empat kuartal beruntun.
Laba Google pada triwulan ketiga tahun ini mencapai US$ 2,7 miliar (US$ 8,33 per saham) yang berakhir bulan September kemarin. Artinya labanya tumbuh 26 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar US$ 2,2 miliar (US$ 6,72 per saham). Jika tidak termasuk untuk menutupi biaya karyawan, Google bahkan mencatat laba US$ 9,72 per saham. Hasil ini melebihi perkiraan dari para analis sebesar US$ 8,77 per saham.
Setelah dikurangi untuk membayar komisi mitra iklannya, pendapatan Google sebesar US$ 7,5 miliar, juga di atas prediksi para analis sebelumnya. Google berhasil mencapai hasil terbaiknya karena jangkauan mesin pencari dan efektivitas iklannya.
Google melayani dua per tiga pencarian di AS dan persentase lebih yang lebih tinggi di Eropa dan kawasan lainnya. Mesin pencarian dan pemasaran Google sangat dihargai oleh para pemasang iklan. Iklan di dunia Internet dianggap lebih murah dibandingkan di media cetak dan penyiaran membuat promosi di dunia maya tidak terlalu rentan terhadap aksi penghematan di masa krisis.
AP/ VIVA B. KUSNANDAR





