foto

AP/Eric Risberg

IPhone 4S Bisa Terjual 4 Juta Unit  

TEMPO.CO, San Fransisco - Apple Inc optimistis bisa menjual sebanyak 4 juta unit iPhone 4S dalam peluncuran perdananya akhir pekan ini. Gadget terakhir yang dikembangkan Steve Jobs ini pun telah menerima pesanan sebanyak 1 juta unit sebulan terakhir.

Saat ini iPhone 4S tersedia di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, dan Inggris. Penjualan perangkat baru ini diproyeksikan bisa mengungguli saudara tuanya, iPhone 4, yang terjual 1,7 juta unit di pekan pertama. "Kisaran penjualan untuk varian 4S ini mencapai 2 hingga 4 juta unit," kata Carl Howe, analis Yankee Group, kepada Bloomberg.

Peluncuran produk ini menjadi penanda berakhirnya era produk Apple di bawah bayang-bayang Steve Jobs yang wafat beberapa waktu lalu akibat kanker. IPhone 4S pun menuai pujian terutama untuk fitur suara, perangkat lunak, prosesor, serta kamera.

Produk ini pun menjadi amunisi unggulan Apple dalam memerangi perangkat berbasis Android yang dilansir Google. "Peluncuran produk ini bisa menyaingi produk-produk sebelumnya dengan mudah," kata Charlie Wolf, analis di Needham & Co di New York.

Karena spekulasi gadget ini bakal menuai sukses, pekan ini saham Apple melonjak lebih dari 10 persen. Kemarin harganya ditutup pada level US$ 408,43 dengan kapitalisasi pasar sekarang berdiri di atas US$ 378,7 miliar. Pencapaian ini melebihi kapitalisasi Exxon Mobile yang mencapai US$ 371.3 miliar.

IPhone yang pertama kali diluncurkan pada 2007 kini menjadi tambang emas bagi Apple. Karena itu pula, menurut riset IDC, Apple menguasai 19,1 persen pasar smartphone mengungguli Samsung, Nokia Oyj, dan Research In Motion (RIM).

Selain iPhone 4S, Apple juga merilis sistem update operasi IOS yang memudahkan pelanggan mengunduh data ke dalam gadget mereka. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan 200 fitur baru dan layanan penyimpanan web untuk sinkronisasi foto, dokumen, musik, dan file lainnya.

FERY FIRMANSYAH