foto

Foto udara kawasan kilang gas PT Badak Natural Gas Liquefaction (NGL) di Bontang, Kalimantan Timur. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari

Pemerintah Tawarkan 15 Blok Minyak dan Gas  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melelang 15 wilayah kerja minyak dan gas pada putaran kedua 2011. Wilayah kerja yang ditawarkan terdiri dari 9 wilayah kerja melalui tender reguler dan 6 wilayah kerja merupakan tender dengan sistem penawaran langsung.

Komitmen yang diinginkan pemerintah dari para investor dengan penawaran 15 wilayah kerja ini adalah komitmen pasti untuk survei seismik dua dimensi dan eksplorasi minimal satu sumur dalam empat tahun pertama.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita Herawati Legowo menyatakan pemerintah terus menyediakan kebijakan fiskal untuk menarik investasi asing yang lebih besar di sektor minyak dan gas. "Sektor migas berfungsi memperkuat pengembangan ekonomi nasional dan akhirnya akan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan," ujar Evita seperti tertuang dalam pernyataan tertulisnya, Jumat, 14 Oktober 2011.

Sembilan Blok yang ditawarkan melalui tender reguler adalah Kuningan Block Onshore West Java-East Java, Offshore South Java I Block South Java Sea, Offshore South Java II Block South Java Sea, Offshore South Java III Block South Java Sea, South East Sageri Block offshore South Sulawesi, East Abadi Block Offshore South Maluku, South West Salawati Block Offshore West Papua, West Berau Block Onshore West Papua, dan Kai Block Offshore Maluku.

Sedangkan enam blok yang ditawarkan melalui penawaran langsung adalah Kalyani Block Onshore Jambi & South Sumatera, South Baturaja Block Onshore South Sumatera & Lampung, North Baturaja Block Onshore South Sumatera & Lampung, Kuala Pambuang Block Onshore Central Kalimantan, Tanjung Aru Block Offshore Makassar Strait, dan South East Seram, Offshore Maluku.

Pengambilan dokumen untuk lelang reguler dapat dilakukan mulai 10 Oktober 2011 sampai 20 Februari 2012. Sementara untuk penawaran langsung pengambilan dokumen dibatasi sampai 23 November 2011. Dari 15 penawaran lelang tersebut pemerintah menargetkan bonus tanda tangan minimal sebesar US$ 1 Juta untuk satu wilayah kerja.

GUSTIDHA BUDIARTIE