foto

Hatta Rajasa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Menteri Hatta Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 6,7 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Di tegah koreksi pertumbuhan dunia karena perlambatan ekonomi, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi mencapai 6,7 persen tahun ini. "Kalau tidak membereskan pekerjaan rumah pertumbuhan bisa terkoreksi," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Balai Kartika, Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2011.

Hatta mengakui ada koreksi pertumbuhan dari Bank Dunia, Internatioal Monetary Fund, serta Bank Pembangunan Asia untuk seluruh kawasan. Namun dengan perluasan pasar domestik dan menjaga daya beli pertumbuhan ekonomi tidak ada terkoreksi. "Itu yang harus dikerjakan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi krisis, pemerintah menyediakan cadangan fiskal sekitar Rp 15 triliun. Termasuk rencana mengoptimalisasi Rp 11,6 triliun untuk tambahan cadangan risiko fiskal dan pengurangan defisit. Dana itu diprioritaskan untuk pangan, irigasi, dan pencetakan sawah baru. "Tengah dicari titik tengah yang baik. Sebagian untuk defisit, sebagian untuk belanja modal kementerian."

Sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengajukan dana tambahan Rp 1,6 triliun untuk cadangan risiko fiskal dan Rp 1,6 triliun dalam menghadapi krisis kepada DPR dari dana optimalisasi sebesar Rp 11,6 triliun. "Ini kalau pertumbuhan ekonomi yang seperti diinginkan," katanya.

Agus menegaskan ada risiko fiskal yang akan dihadapi karena adanya krisis global, seperti lifting minyak yang tidak mencapai 950 juta barel per hari, harga minyak US$ 90 atau lebih tinggi dari asumsi, bahan bakar minyak subsidi membengkak, ketidaksuksesan efisiensi listrik, perubahan iklim, dan gagal panen.

Selain itu ada risiko rupiah jika ternyata asumsi nilai tukar tidak mencapai 8.800 tapi menjadi 9.000. "Pemerintah ingin juga mengurangi defisit untuk melakukan efisiensi dari penarikan utang yang sebagian besar untuk membayar bunga," ujar Agus lagi.

ALWAN RIDHA RAMDANI