TEMPO/Parliza Hendrawan
Pelatih Voli Pantai Nilai Target Satu Emas Berat
TEMPO.CO, Palembang - Pelatih Voli Pantai SEA Games 2011 Slamet Mulyanto mendapatkan tugas berat dari Pengurus Besar Bola Voli Indonesia (PBVSI). Berat, karena pemain ditargetkan menyumbang minimal satu emas dan satu perak.
Target tersebut dinilai sangat berat bila para pemain gagal memanfaatkan peluang sebagai tuan rumah. Selain itu peluang kian tipis bila pemain menganggap enteng lawan. Namun secara teknis dan pengalaman tim nasional Indonesia sangat berpeluang mendulang emas dan perak.
Menurut Slamet, setelah tim terbentuk di awal Februari silam, dia bergegas memantapkan persiapan tim dengan melakukan pemusatan latihan, latih-tanding di dalam dan luar negeri, bahkan sejumlah kejuaraan yang berlevel Asia dan dunia dijalani oleh Andy/Koko dan kawan-kawan.
Waktu yang tersisa kurang dari 30 hari ini akan dimaksimalkan dengan menggenjot stamina dan teknis permainan lewat sejumlah pergelaran dan pemusatan latihan. Selanjutnya mulai 1 November mendatang pemusatan latihan yang saat ini berlangsung di Jakarta akan ditarik ke Palembang.
“Bila semua telah dilakukan, meski berat, target satu emas dan perak akan tercapai,” kata Slamet Mulyanto. Dalam SEA Games pada November mendatang Slamet memastikan peluang mendapatkan emas masih tertumpu pada duet Indonesia I, pasangan Andy Ardiansyah-Koko Prasetyo Darkuncoro. Kedua pemain ini dinilai masih berkemampuan di atas rata-rata pemain ASEAN.
Sementara itu di putri harapan utama tertumpu pada kemahiran Ayu Cahyaning Siam-Yokbeth Manisala Kapasiang dalam mengontrol permainan. Berdasarkan hitung-hitungan yang ada keduanya hanya ditargetkan mendapatkan satu perak. Menurut Agus Salim, pelatih tim putri Indonesia, dalam beberapa kejuaran satu tahun terakhir ini dominasi lapangan voli pantai masih menjadi milik tim Thailand. “kita harus realistis, target perak itu sangat mungkin tercipta,” kata Agus Salim.
Meski telah terbentuk tim inti SEA Games bukan berarti peluang pemain lapis dua dan tiga hilang sama sekali untuk memperkuat merah putih. Dalam test event yang berlangsung di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), bila ada kejutan dari Fitri Wijayanti-Putu Dini Jasita Utami (pemain lapis tiga putri) dan Fahriansyah-M. Bustomi (pemain lapis tiga putra), kedua pelatih putra dan putri menjanjikan akan memasukkan mereka dalam tim inti.
“Kejuaraan di Palembang ini merupakan ujian terakhir bagi tim SEA Games kita. Bila ada kejutan dari lapis dua dan tiga, maka kami masukkan mereka pada pemain inti,” kata Slamet Mulyanto. Dalam kejuaraan yang berlangsung 13-17 Oktober ini tim SEA games bakal berhadapan dengan tim-tim unggulan Asia, macam Iran, Oman, Australia, Jepang, Cina, India, dan Hong Kong.
Meski berpeluang mendapatkan predikat juara, Slamet tetap berpesan agar anak asuhnya dapat fokus latihan dan disiplin dalam menjaga stamina dengan istirahat yang cukup dan menjaga pola makanan.
PARLIZA HENDRAWAN





