foto

TEMPO/Subekti

Lintasan Sepatu Roda SEA Games Tidak Mulus

TEMPO.CO, Palembang - Atlet dan pengurus olah raga sepatu roda yang tengah mengikuti ajang test event mengeluhkan  kondisi lintasan sepatu roda. Lintasan yang yang baru saja kelar dikerjakan oleh PT. Pilar Mas Utama tersebut mereka nilai tidak mulus, terutama di lintasan 200 meter.



 



 



 



Atlet sepatu roda putri DKI Jakarta, Evi, mengatakan, venue sepatu roda masih perlu dibenahi lagi, karena saat mencoba venue, lintasan sepatu roda masih terasa bergelombang. “Jadi, belum begitu standar internasional, meski sudah memadai,” kata Evi, Jumat, 14 Oktober 2011.



 



 



 



Ketua Panitia Pelaksana Sepatu Roda SEA Games XXVI, Asep Suhandi, mengakui lintasan masih bergelombang. "Sehingga harus dihaluskam. Kehalusannya yang tidak maksimal," kata Asep. Secara umum, kata  Asep, untuk spesifikasi sudah sesuai standar, hanya saja untuk kelayakan masih perlu diperhatikan oleh pengurus besar.



 



 



 



Asep memastikan sesudah dilakukannya test event ini akan diadakan rapat mengenai kelayakan venue. Venue Sepatu Roda Jakabaring Sport City (JSC) mulai dilakukan test event selama tiga hari, 14-16 Oktober dengan gelaran Surono Cup dan Indonesia Open. 



 



 



 



Turnamen Surono Cup diikuti 70 atlet dari 16 klub dari 10 daerah, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Timur Kalimantan Tengah, Yogyakarta. Adapun nomor pertandingan yang digelar meliputi 5.000 meter dan 1.500 meter untuk putra dan putri.



 



 



 



“Provinsi Sumatera Selatan tidak ikut dalam turnamen ini. Saya tidak tahu apa kendalanya, tapi dulu atletnya ada,” kata Asep yang juga Ketua Harian PB Persesosi.



 



 



 



Selain diujicoba dengan turnamen Surono Cup yang diikuti atlet nasional, venue sepatu roda juga ditest dengan pertandingan internasional, yaitu Indonesia Open yang diikuti Indonesia, Australia dan New Zealand. “Hanya satu hari, yaitu Minggu,” katanya.



 



 



 



 



 



 



 



Parliza Hendrawan