Banjir Thailand. (Reuters)
Topik
Honda Perpanjang Penutupan Pabrik di Thailand
TEMPO.CO, Bangkok - Produsen mobil asal Jepang, Honda Motor Company (Honda), hari ini memperpanjang penutupan pabriknya di Thailand hingga 21 Oktober mendatang menyusul banjir yang menggenangi negeri itu sejak 10 hari lalu. Namun, pabrikan itu tidak menyebutkan apakah setelah batas akhir masa penutupan tersebut pabrik akan segera beroperasi.
Seperti dilansir Reuters, Jumat, 14 Oktober 2011, pernyataan Honda menyebut penutupan pabrik itu akan memiliki pengaruh terhadap pasokan produk ke pasar global. “Sebab, pabrik yang berada di Ayutthya itu memberikan kontribusi 4,7 persen ke pasar global,” demikian pernyataan Honda.
Pabrik Honda yang ditutup sejak 4 Oktober itu terletak Rojana Industrial Park, Ayutthya, di sebelah utara Bangkok. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 240 ribu unit mobil per tahun. Sepanjang 2010 lalu, pabrik ini telah memasok 170.335 unit mobil ke pasar global atau sekitar 4,7 persen dari total produksi global Honda yang mencapai 3,6 juta unit.
Lantas, bagaimana perpanjangan penutupan pabrik tersebut terhadap pasokan ke produk ke Indonesia? “Kami belum mendapatkan kepastian informasi tentang kondisi di Thailand,” tutur Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnal Jual PT Honda Prospect Motor saat dihubungi.
Namun, kata Jonfis, hingga akhir pekan ini stok produk dan suku cadang mobil yang diimpor dari Negeri Gajah Putih itu di Indonesia masih tersedia cukup. Sehingga, dampak kondisi di Thailand belum terasa.
Selama ini Honda Indonesia mengimpor ketiga sedan Honda City, Civic dan Accord dari Thailand. Selain mobil itu Honda juga mengimpor sebagian komponen untuk Honda Jazz, Freed, serta Honda CR-V.
ARIF ARIANTO





