foto

TEMPO/Arif Wibowo

Proyek Polisi Masuk Desa di Yogya Berpotensi Munculkan Pungli

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rencana Kepolisian Daerah Yogyakarta menerapkan penerapan program satu polisi satu desa dikritik lembaga swadaya masyarakat Jogja Police Watch. Program untuk 488 desa di provinsi ini sulit berjalan efektif dan berpotensi terjadi penyimpangan dan pungutan liar.

"Kami khawatir pengawasan polisi di desa itu justru menimbulkan masalah, rawan terjadi sogok-menyogok. Bisa jadi kasus diselesaikan berdasarkan prinsip kekeluargaan,” kata juru bicara JPW, Baharuddin Kamba, Jumat, 14 Oktober 2011. Bahar mempertanyakan siapa yang akan menjadi pengawas polisi yang bertugas.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti mengatakan, kekhawatiran itu sudah diantisipasi. Program tersebut untuk beberapa tujuan, di antaranya mengantisipasi tindakan terorisme dengan menghidupkan kembali wajib lapor malam bagi tamu yang menginap 1 x 24 jam di suatu desa.

Selain itu, juga untuk menangani kejadian atau konflik kecil di masyarakat secara persuasif dan kekeluargaan sehingga kasus tidak perlu sampai ke tingkat pengadilan. “Kasus yang tak perlu sampai pengadilan seperti mencuri mangga," kata Anny.

Polisi desa yang ditugaskan itu nantinya tidak akan mengenakan seragam. Mereka berjaga selama lima hari kerja dari Senin-Jumat, menggunakan sebuah ruang kantor desa. Pada Sabtu, polisi desa akan bertugas di kantor Polsek. “Saat ini proses pelaksanaan program itu masih sampai tahap penempatan dan mengkomunikasikan dengan pihak desa."

Menurut Bahar, penyelesaian kasus kecil itulah yang justru mudah dipermainkan aparat hukum. “Karena kekeluargaan, bisa-bisa pelaku kasus pencurian ayam  malah kehilangan satu ekor kambing atau sapi,” kata dia.

Dia menilai, jika polisi desa bertujuan mengantisipasi teror tidak masalah, tapi tidak semua desa. Polisi, lanjut Bahar, bisa memetakan daerah mana saja yang rawan terorisme. ”Ya, cukup di daerah rawan itu saja yang diterapkan. Jangan semua desa dipasang polisi desa," kata dia.

PRIBADI WICAKSONO.