Tempo/Tony Hartawan
Topik
Infografis
Dua Bulan Bekerja di Oman, TKW Asal Garut Disiksa
TEMPO.CO, Garut - Penganiayaan terhadap tenaga kerja wanita di luar negeri kembali terjadi. Kali ini giliran Ita, 25 tahun warga Kampung Nyalindung, Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dia mengaku sering disiksa majikannya di negara Oman. “Istri saya mengabarkan kondisi disiksa itu melalui pesan singkat,” ujar Muji Widodo, 41 tahun, Jumat, 14 Oktober 2011.
Muji menerima pesan singkat pada 12 Oktober dari istrinya yang mengabarkan siksaan dari majikan. Ita meminta untuk dipulangkan ke Indonesia karena tidak kuat menahan siksaan. Ia sempat melaporkan kasusnya kepada perusahan yang menempatkannya bekerja, namun tidak mendapatkan tanggapan. Pesan singkat yang dilayangkan Ita tak dijawab perusahaan. “Kepalanya sering dipukul hampir tiap menit, kalau terus-terusan di sini (Oman) bisa mati,” ujar Muji menirukan isi pesan singkat Istrinya.
Saking tak kuatnya Ita berencana kabur dari rumah majikannya. Namun, Muji melarangnya. Alasannya, Muji akan memulangkan Ita dengan bantuan pihak perusahaan penyalur tenaga kerja perwakilan Pemerintah Indonesia di Oman. Selain itu, dia juga akan melaporkan kasus ini ke pemerintah daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Mahmud, mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus penyiksaan warganya di negara Oman. “Mau bergerak bagaimana, laporannya juga belum ada,” ujar Mahmud singkat saat dihubungi melalui telpon selulernya.
Ibu dua anak ini berangkat ke Oman pada 19 Agustus 2011 lalu yang disalurkan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia Bajtra Mandiri, Jakarta. Keberangkatan Ita ini juga tercatat di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut.
SIGIT ZULMUNIR





