Tablet Galaxy Tab 10.1 dan iPad (putih). AP/Lee Jin-man
Topik
Penetrasi Tablet Indonesia Rendah
TEMPO.CO, Jakarta - Penetrasi pasar komputer tablet Indonesia ternyata masih sangat rendah. Menurut perusahaan survei GfK Retail and Technology, total penjualan tablet di Indonesia hanya sekitar 150 ribu unit.
Dengan angka tersebut kontribusi penjualan tablet Indonesia terhadap pasar dunia, yang mencapai 100 juta unit, seolah tak ada arti.
Penyebabnya, menurut Product Manager Asus Indonesia, Melton Ciputra, harga tablet masih terlalu mahal untuk ukuran konsumen Indonesia. “Tablet masih dianggap sebagai barang mahal,” kata dia.
Head of Marketing Mobilephone Business Samsung Electronics Indonesia, Eka Anwar, mengakui bila pasar atas menjadi target mereka. “Kami memang lebih menyasar segmen atas,” kata Eka kepada Tempo, Rabu lalu.
Padahal di Indonesia terdapat banyak komputer tablet dengan harga di bawah Rp 3 juta. Tablet tersebut kebanyakan merupakan produk buatan Cina.
Masalahnya, menurut Senior Account Manager GfK Indonesia, Johan Pangaribuan, para pengguna tablet di Indonesia cenderung "brand oriented”. Mereka adalah orang-orang yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hal itulah yang menjelaskan mengapa komputer tablet asal Cina tak terlalu laku di pasaran. “Tablet asal Cina dijual di bawah Rp 3 juta, tapi sistem operasi yang digunakan masih Android 2,2 atau Gingerbread,” kata Johan lagi.
Padahal konsumen tablet di Indonesia adalah mereka yang melek teknologi. Mereka membeli tablet tak sekadar melihat harga murah dan tampilan luar tablet. “Tapi mereka juga melihat sampai ke dalam-dalamnya,” kata Johan.
Selain itu ada satu faktor mengapa tablet asal Cina ini masih sulit menguasai pasar, yakni karena distribusi yang terbatas. “Mereka mengalami kendala masalah distribusi. Tidak semua tersedia di toko,” katanya.
Menurut Johan, satu-satunya alasan komputer tablet Cina bisa bertahan adalah tawaran harga yang jauh lebih murah. “Ya mereka bertahan di harga yang murah,” kata dia lagi.
Strategi itu diakui Marketing Director Huawei, Riadi Sugihtani. “Kami memang menawarkan solusi yang cerdas dengan harga yang lebih bersahabat,” kata dia.
Saat ini, menurut hasil survei GfK terbaru, Samsung adalah penguasa pasar komputer tablet di Indonesia. Bahkan penjualannya mampu melampaui tablet paling laris di dunia, iPad buatan Apple.
Menurut Eka, sukses Samsung itu lantaran mereka tak hanya mengandalkan penjualan tablet di pasar teknologi informasi, tapi juga menggunakan pasar tradisional, yaitu melalui jalur penjualan ponsel.
“Penetrasi kami jauh lebih tinggi dibanding kompetitor lain,” kata dia.
IQBAL MUHTAROM





