Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Patrialis Akbar. TEMPO/ Yosep Arkian
Topik
PAN Optimistis Patrialis Tetap Bertahan di Kabinet
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional Hakam Naja percaya Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar akan bertahan pada posisinya setelah perombakan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II kali ini. Hakam mengatakan bahwa sampai saat ini Presiden tidak mengkomunikasikan soal penggantian ini. "Tampaknya tidak ada sinyal ke arah sana," ujarnya kepada Tempo, Ahad, 16 Oktober 2011.
Sebelumnya, Patrialis Akbar adalah satu dari sejumlah menteri yang dikabarkan akan segera diganti. Penggantian ini tak lepas dari berbagai kritikan kepada Patrialis selama dua tahun ini. Patrialis dikabarkan akan digantikan oleh Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin.
Presiden sendiri dipastikan menempatkan Staf Khusus Bidang Hukum dan Pemberantasan Korupsi Denny Indrayana sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM. Denny bahkan sudah dipanggil, Minggu, 16 Oktober 2011 sore, ke Istana Negara dan memastikan dirinya akan duduk di samping Patrialis.
Menurut Hakam, penambahan Denny Indrayana merupakan sinyal bahwa Presiden SBY ingin memperkuat posisi Patrialis. "Saya pikir Presiden justru ingin sadar bahwa Menkumham memiliki kewenangan yang begitu besar dan jangkauan yang sangat luas sehingga diperlukan penguatan dengan menambahkan Wakil Menkumham," ujarnya.
Soal kinerja Menkumham yang mendapatkan sorotan, Hakam mengatakan bahwa hal itu sebagai bukti bahwa masyarakat mencintai Patrialis. "Itu bukti bahwa Patrialis dicintai dan masyarakat berharap banyak," ujarnya. Ia mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi Patrialis merupakan hal yang biasa. "Menteri Perdagangan kurang masalah apa, semua sembako diimpor, tapi sepertinya tidak diganti," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Sekjen PAN lainnya, Teguh Juwarno. Ia mengatakan bahwa sampai saat ini Presiden belum mengisyaratkan akan mengganti Patrialis. Ia mengatakan PAN juga belum menyiapkan siapa pun untuk menggantikan Patrialis. "Kami tidak menyiapkan siapa pun karena memang tidak diminta," ujarnya.
FEBRIYAN





