Bea Cukai Targetkan Rp 3,5 triliun untuk Tambahan Penerimaan

TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menggenjot penerimaan negara Rp 3,5 triliun sebagai tambahan penerimaan negara dalam APBN 2012. Penerimaan tersebut merupakan bagian dari tambahan penerimaan perpajakan Rp 13,2 triliun yang membentuk dana optimalisasi kotor Rp 19,4 triliun. “Dari cukai Rp 3 triliun, bea masuk dan keluar Rp 500 miliar,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono di Jakarta Seni 17 Oktober 2011.

Dengan tambahan ini target penerimaan Bea dan Cukai yang semula diusulkan Rp 114,912 triliun menjadi Rp 118,412 triliun. Penerimaan sebelum tambahan yang disepakati yaitu bea masuk Rp 23,53 triliun, bea keluar Rp 18,899 triliun, dan cukai Rp 72,443 triliun. Pada APBN-P 2011 target penerimaan sebesar Rp 115,014 triliun.

Menurut Agung tambahan penerimaan berasal dari menggenjot penerimaan cukai tembakau. “Cukai paling besar dominasinya dari tembakau,” katanya. Adapun tarif cukai kemungkinan akan berubah. “masih dikaji oleh Badan Kebijakan Fiskal,” katanya.

Selain tarif cukai, tahun depan Kementerian Keuangan juga mengkaji adanya cukai baru. Dalam rapat kerja dengan Komisi Keuangan DPR dalam pembahasan APBN 2012, ditemukan 15 potensi penerimaan baru, beberapa di antaranya batubara, soft drink, zat warna, dan dan intan.

AKBAR TRI KURNIAWAN