foto

AP/Charles Rex Arbogast

Protes Wall Street, 175 Orang Ditangkap di Chicago  

TEMPO.CO, Chicago - Kepolisian Chicago menyatakan telah menangkap 175 orang pengunjuk rasa di alun-alun kota itu, Ahad, 16 Oktober 2011. Pengunjuk rasa ditangkap karena diduga melanggar peraturan kota dengan tetap berada di taman walau sudah ditutup dan tak mengindahkan peringatan polisi.

Pengunjuk rasa mendirikan tenda dan menggelar kantong tidur untuk ikut mendukung aksi pendudukan Wall Street (Occupy Wall Street), tempat di mana pasar saham Amerika beroperasi.

Pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar dua ribu orang itu melakukan pawai dari Federal Reserve Bank Chicago ke Grant Park. Ini rute yang sama ketika gerakan antiperang menentang perang dalam Konvensi Partai Demokrat, 43 tahun yang lalu. Mereka sudah berkemah 23 hari yang lalu sebelum dipindah paksa oleh polisi.

Ahad adalah puncak dari gerakan pendudukan gedung bursa saham di berbagai negara Asia dan Eropa. Di Amerika sendiri, di belasan kota, unjuk rasa terjadi di Washington, Boston, Chicago, Los Angeles, Miami, dan Toronto.

Gerakan pendudukan Wall Street ini telah memanas selama sebulan ini dan menjalar ke berbagai negara. Pengunjuk rasa menggunakan sarana sosial media guna menyebarkan imbauan untuk menduduki gedung bursa saham.

Di Jakarta, ada juga imbauan untuk gerakan yang sama melalui sosial media Twitter (@OccupyJKT) dan Facebook (Occupy Jakarta). Gerakan yang sama juga terjadi di Taipei, Singapura, Australia, Spanyol, Hong Kong, dan Frankfrut.

Para pengunjuk rasa di Chicago ini marah atas miliaran dolar yang menjadi dana talangan bagi bank. Sedangkan bank-bank yang mendapat dana talangan itu tetap beroperasi dan meraup keuntungan. Sementara tak ada bantuan buat pengangguran

REUTERS | NUR ROCHMI