Sejumlah jemaah haji asal Indonesia bersiap-siap melakukan tarwiyah, yaitu berjalan kaki ke Mina dan ke Arafah pada esok harinya. TEMPO/Mahanizar Djohan
Topik
Antar Calon Haji, Ribuan Orang Rela Kehujanan
TEMPO.CO, Kuningan -- Hujan deras tiba-tiba turun saat rombongan kelompok terbang (kloter) 41 Nasional dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berangkat meninggalkan Terminal Ancaran menuju embarkasi Bekasi, Senin, 17 Oktober 2011 pukul 01.25 WIB dinihari.
Ribuan pengantar jemaah haji rela hujan-hujanan saat bus yang membawa 450 calon jemaah haji beranjak melaju. Meskipun tidak diperkenankan masuk, mereka tetap setia menunggu keberangkatan kerabat mereka.
Tampaknya di Kuningan sudah menjadi tradisi jika ada saudara atau tetangganya pergi haji, pengantarnya bisa lebih dari 50 orang. Maka, tidak heran jika di sekitar tempat pemberangkatan, dipadati ratusan mobil.
Apalagi jika yang berangkat tokoh agama setempat, bisa diantar ratusan orang. Pasalnya, warga masih mempercayai istilah "ambil berkah", yaitu jika menghantar calon jemaah haji bisa segera beribadah haji juga. Tempo, sempat tersusul seorang jemaah haji yang diantar oleh 20 mobil dan 10 motor.
Menurut Kepala Seksi Haji Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, kloter 40 sudah diberangkatkan Ahad dinihari, sedangkan kloter 41 baru berangkat Senin dinihari. "Kloter 40 yang berangkat 442, sedangkan kloter 450 orang. Sisanya ONH plus berangkat belakangan, dua orang tertunda pemberangkatannya," jelas Fauzi.
Saat melepas, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda berpesan agar semua calon jemaah haji mendoakan agar Kabupaten Kuningan terhindar dari segala bencana dan terbebas dari segala ujian.
DEFFAN PURNAMA





