TEMPO/ Arie Basuki
Topik
Calon Haji Dilarang Makan Sambal dan Sayur Lodeh
TEMPO.CO, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta menerapkan kebijakan khusus terkait makanan yang dimakan jemaah calon haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Kepala Seksi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta, Dr. Hamidah, mengatakan selama di Asrama Haji jemaah calon haji dilarang makan sambal dan sayur lodeh.
“Sambal menyebabkan diare, sedangkan sayur lodeh bisa bikin perut kembung,” ujar dia ketika ditemui di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Senin, 17 Oktober 2011. Dia khawatir jika calon haji tetap nekat memakan sambal dan sayur lodeh akan terganggu kesehatannya menjelang jadwal keberangkatan dan selama perjalanan dari Solo ke Jeddah.
Selain itu, calon haji juga tidak boleh menyantap makanan yang menggunakan garam terlalu banyak. Larangan ini terutama ditujukan bagi mereka yang mengidap hipertensi. Menurut Hamidah, pihaknya sudah meminta pihak katering agar tidak menyediakan sambal, tidak memasak sayur lodeh, dan menggunakan sedikit garam dalam setiap masakan.
“Sudah diantisipasi seperti itu, tetap saja ada yang nekat makan sambal. Biasanya mereka membawa sendiri dari rumah,” ujar Hamidah lagi. Akibatnya ada calon haji yang terpaksa menjalani rawat inap dan rawat jalan di poliklinik Asrama karena menderita diare.
Dia mengingatkan kepada jemaah calon haji bahwa melanggar anjuran di atas akan berakibat negatif bagi kesehatan mereka. Apalagi ibadah haji memerlukan fisik dan kondisi yang prima. “Kalau masih saja nekat, itu tanggung jawab masing-masing,” ucapnya.
Penanggung jawab katering, Kusdilah, mengatakan jemaah calon haji mendapat jatah makan tiga kali dalam sehari plus dua kali makanan ringan. Soal masakan, dia mengaku sudah mengikuti anjuran tim kesehatan.
“Kami tidak membuat masakan sayur lodeh. Kemudian untuk semua masakan hanya menggunakan sedikit garam,” tuturnya. Soal sambal, dia menyatakan tetap menyediakan tapi dalam porsi yang sangat sedikit. Misalnya satu piring kecil untuk seluruh anggota rombongan.
UKKY PRIMARTANTYO





