foto

ANTARA/Prasetyo Utomo

Jawa Timur Buka Posko Pengaduan Penipuan Calon Haji  

TEMPO.CO, Surabaya - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur membuka posko pengaduan penipuan calon jemaah haji, Senin 17 Oktober 2011. Posko tersebut hasil kerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya.

Ketua Badko HMI Jawa Timur, Dwi Sudharmono, mengatakan sejak dibuka pagi tadi hingga siang ini telah masuk 13 pengaduan terkait dugaan penipuan pembayaran ibadah haji. "Mayoritas penipuan dilakukan oleh KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji)," kata Sudharmono.

Dia mencontohkan, salah satu pengaduan datang dari seorang calon haji bernama Alimun asal Krajan 11/2 Karangsari, Bantur, Malang, dengan bukti kuitansi setoran uang ONH plus sebesar Rp 40 juta kepada sebuah KBIH yang beralamatkan di Surabaya. Namun, hingga saat ini Alimun tidak mendapat kejelasan kapan bisa berangkat haji.

Posko pengaduan dibuka secara serentak di seluruh kantor cabang HMI yang ada di kabupaten/kota se-Jawa Timur. Di Surabaya, posko didirikan di kantor Badko HMI jalan Sidosermo PDK VI No 15 A Surabaya. Pengaduhan ini lantas akan diteruskan ke LBH untuk pendapatkan bantuan hukum.

Menurut Sudharmono, dugaan penyelewengan penyelenggaraan haji tak hanya dilakukan oleh KBIH, tapi juga oleh Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH). "Kami juga menerima pengaduan adanya jual-beli kursi untuk berangkat duluan," ujarnya.

Pekan lalu, saat berada di Surabaya, Menteri Agama Suryadharma Ali menjamin tidak ada penipuan dalam penyelenggaraan ibadah haji. "Kalau ada penipuan ya laporkan saja ke polisi," kata Surya.

Surya menduga penipuan ataupun jual-beli kursi dilakukan di tingkat KBIH. Sedangkan untuk panitia yang ada di dalam PPIH tidak akan mungkin melakukannya karena Kementerian Agama sendiri menjamin tidak akan ada proses jual-beli kursi.

Kepala Seksi Bimbingan Jemaah dan Petugas Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Muhammad Naim, mengakui banyak informasi penipuan yang dilakukan KBIH. "Harusnya bayar haji itu ya melalui jalur resmi di Siskohat (Sistim Komputer Haji Terpadu), bukan di KBIH," kata dia.

FATKHURROHMAN TAUFIQ