foto

TEMPO/Machfoed Gembong

Identitas Mayat dalam Koper Masih Misterius  

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan polisi belum berhasil menemukan identitas dua mayat perempuan yang dibuang dalam kardus dan koper akhir pekan lalu. Polisi hingga kini masih menelusuri siapa kedua perempuan malang tersebut.

Kepolisian, kata Baharudin, juga belum dapat mengungkapkan apakah kedua mayat tersebut saling terkait atau tidak. “Kami belum bisa tentukan apakah ada kesamaan atau tidak. Identitasnya juga belum dapat,” kata Baharuddin saat dihubungi pada Selasa siang, 18 Oktober 2011.

Layanan darurat (call center) yang dibuka kepolisian untuk membantu menelusuri identitas kedua mayat tersebut juga belum memberi perkembangan berarti. “Belum ada yang menghubungi,” katanya. Sebelumnya, guna membantu penelusuran identitas, Polda Metro Jaya membuka layanan darurat di nomor 0816782000.

Terkait uji DNA yang akan dilakukan terhadap kedua mayat tersebut, Baharudin mengatakan hasilnya baru akan keluar sekitar dua pekan mendatang. Adapun uji DNA tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan darah antara mayat perempuan paruh baya yang ditemukan di dalam kardus di daerah Koja, Jakarta Utara, dengan mayat bocah perempuan di Cakung, Jakarta Timur.

Mayat di Jakarta Utara ditemukan Jumat 14 Oktober 2011 siang. Mayat perempuan paruh baya tersebut ditemukan dalam sebuah kardus televisi berukuran 21 inci. Kardus tersebut digeletakkan di pinggir gang Kampung Bulak Besar. Mayat yang terikat tali rafia berwarna hijau dan merah tersebut ditemukan warga pada siang hari, tepatnya usai salat Jumat.

Jenazah ditemukan hanya mengenakan bra hitam. Di dalam kardus tersebut ditemukan juga kain batik, kain kelambu, dan foto seorang bocah laki-laki. Ciri-ciri korban memiliki tinggi 155 sentimeter, kulit warna kuning, berambut panjang dan berwarna hitam.

Sehari kemudian ditemukan mayat bocah perempuan di Jakarta Timur. Mayat tanpa identitas itu ditemukan dalam koper biru di RT 004 RW 04, Jalan Cakung-Cilincing, Cakung Barat, Jakarta Timur. Pada saat ditemukan kondisi jenazah mengenaskan. Kedua matanya rusak dicungkil, sekujur tubuhnya melepuh, kemaluan dan duburnya rusak.

ANANDA BADUDU