ANTARA/ANTARA/Rosa Panggabean
Indosat Uji Coba LTE Spektrum 1.800 MHz
TEMPO.CO, Surabaya - Operator seluler Indosat melakukan uji coba jaringan Long Term Evolution (LTE) yang diterapkan di frekuensi 1.800 MHz.
"Uji coba dengan re-farming ini sekaligus menunjukkan bahwa LTE bisa dijalankan dengan memanfaatkan frekuensi yang telah ada sekaligus memberikan efisiensi penggunaan spektrum dan energi," kata Fadzri Sentosa, Director and Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 18 Oktober 2011.
LTE adalah evolusi atau pengembangan generasi terbaru dari jaringan teknologi telekomunikasi bergerak (mobile) yang ada sebelumnya, seperti 2G GSM, 3G WCDMA, 3.5G HSPA+, dan 3.75G DC-HSPA+. Dengan menggunakan spektrum frekuensi 1.800 Mhz, maka kecepatan koneksinya diperkirakan bisa mencapai 100 Megabita per detik.
Fadzri menambahkan, implementasi LTE di Indonesia akan menjawab kebutuhan pertumbuhan penggunaan layanan data, aplikasi, dan multimedia.
Uji coba LTE melalui re-farming frekuensi 1.800 MHz ini dilakukan di Surabaya dan Bali bersama Nokia Siemens Networks.
Head of Sub Region Indonesia Nokia Siemens Networks, Richard Kitts, mengatakan pemakaian mobile broadband yang terus meningkat memaksa operator seluler untuk terus menambah kapasitas jaringannya.
“Dengan LTE, operator seperti Indosat akan dapat menawarkan peningkatan throughput hingga 100 Mbps dengan latency 10 milidetik," ujar Kitts. "Operator juga dapat mengurangi biaya per bit hingga 50 persen."
Untuk mengetahui sukses tidaknya uji coba jaringan tersebut, Indosat memasukkan berbagai aplikasi di bidang medis, di mana seorang pasien di Bali bisa langsung berkonsultasi secara real time dengan dokter yang sedang berada di Surabaya.
Pada kesempatan itu, diuji pula kemampuan jaringan untuk menjalankan berbagai kegiatan edukasi melalui kuliah jarak jauh dengan menggunakan video conference dan 3D video streaming serta CCTV camera surveillance.
Hasil uji coba LTE itu kemudian akan disampaikan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.
RINI KUSTIANI





