foto

REUTERS/Petr Josek

Perdagangan Emas dalam Yuan Cetak Debut Berkilau  

TEMPO.CO, Beijing - Chinese Gold & Silver Exchange Society (CGSE), bursa tertua komoditas emas di Hong Kong, mulai memperdagangkan emas dalam denominasi yuan pada Senin, 18 Oktober 2011. Debut ini semakin menegaskan status kota tersebut sebagai pusat peredaran yuan di Cina daratan.

Transaksi mencapai 322 kilogram atau setara 117 juta yuan (1 yuan setara Rp 1.384) pada hari pertama dengan harga rata-rata 346,95 yuan per gram. Presiden CGSE, Haywood Cheung, menjelaskan, kontrak emas mencetak HK$ 6 miliar atau US$ 770 juta per hari pada Jumat, 14 Oktober 2011.

Volume perdagangan harian logam mulia dalam bursa CGSE, yang memiliki 171 anggota aktif, melonjak menjadi HK$ 136 miliar daripada tahun lalu sebanyak HK$ 31 miliar. Investor antusias berburu emas karena menilai komoditas ini sebagai "surga" akibat penurunan saham di pasar global tahun ini.

"Ada tiga faktor yang mendorong permintaan untuk produk berbasis yuan," ujar Cheung, seperti yang dikutip harian Cina, China Daily. "Investor dapat menikmati lonjakan harga di pasar emas, apresiasi terhadap yuan, dan komoditas emas sebagai lindung nilai dari mata uang lain terhadap yuan."

Namun analis skeptis tentang tren kenaikan yuan dan emas. Investasi akan menarik tergantung prospek apresiasi itu melebihi biaya bunga. “Menahan emas tak berarti memberi laba dan bunga deposito yuan lebih tinggi dari dolar," kata Anderson Cheung, Wakil Direktur Pelaksana Mitsui Bussan Logam Mulia.

Harga emas harus stabil di sekitar US$ 1.800, tapi mungkin sulit menembus di atas US$ 2.000 per troy ounce. "Volume ekspor terbaru di Cina daratan melambat. Karena itu, dapat mendorong tren apresiasi mata uang yuan untuk dikendalikan," ujar  Kepala Analis Investasi Hang Seng, Markus Wan.

Harga emas melonjak 17 persen selama tahun ini ke US$ 1.921,15 per troy ounce pada 6 September. Harga emas jatuh dari puncak saat investor menjual emas untuk menutupi kerugian di pasar lain. Logam mulia kemungkinan diperdagangkan antara US$ 1.500-1.700 per troy ounce dalam jangka pendek.

Hong Kong menjadi pusat perdagangan emas pertama yang menawarkan transaksi dalam mata uang yuan. Langkah tersebut muncul di tengah tekanan dunia internasional terhadap pemerintah Cina untuk mengendalikan mata uangnya. Hong Kong merupakan pusat perdagangan emas terbesar ketiga di dunia.

BOBBY CHANDRA | CHINA DAILY | REUTERS