foto

Sejumlah jemaah haji asal Indonesia bersiap-siap melakukan tarwiyah, yaitu berjalan kaki ke Mina dan ke Arafah pada esok harinya. TEMPO/Mahanizar Djohan

Jemaah Haji Indonesia Jadi Incaran Penjahat Bangsa Sendiri

TEMPO.CO, Jakarta: - Menteri Agama Suryadharma Ali mengingatkan kepada lebih dari 210.000 calon haji Indonesia agar waspada dan berhati-hati selama berada di Tanah Suci karena kejahatan yang mengincar mereka semakin canggih modus operandinya.

"Selain peningkatan kepuasan bagi jemaah haji, kita menghadapi tantangan keamanan jemaaah haji. Kejahatan yang mengincar agak memprihatinkan. Kasus pencurian, penipuan, dan perampasan sangat menyedihkan karena kadang pelakunya dari bangsa sendiri dan menggunakan bahasa sendiri," katanya di Jakarta, Senin 17 Oktober 2011, saat bertemu dengan anggota amirul haj dan pengarah media Media Center Haji (MCH).

Pengarah MCH tahun ini adalah staf ahli Menteri Kominfo Henry Subiakto, Wakil Pemred LKBN Antara Akhmad Kusaeni dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama Zubaidi. Mereka akan berangkat bersama Amirul Haj pada akhir pekan nanti.

Menurut Menteri Suryadharma, para jemaah haji yang berasal dari kampung dan baru keluar negeri bisa jadi sasaran empuk para penjahat. "Ada yang menyapa dan berpura-pura memberi bantuan mengangkatkan koper tapi kopernya dibawa lari," kata Suryadharma.

Kepala Bidang Pengamanan Kolonel TNI-AD CAJ Bambang Siswoyo mengatakan modus operandi kejahatan yang mengincar jemaah haji Indonesia makin canggih.



 



Tak hanya menyamar sebagai petugas haji, para pelaku kini juga menyaru sebagai jemaah,lengkap mengenakan pakaian ihram. Yang memalukan, penipu itu ternyata orang Indonesia.  "Petugas berhasil menangkap pelaku yang berpakaian ihram," kata Bambang Siswoyo.

Untuk itu, para jemaah calon haji diminta lebih waspada. Apalagi, kata Bambang, jumlah petugas yang mengawasi para jemaah sangat terbatas.

Modus operandi penipuan yang sering dilakukan pelaku biasanya meminta identitas jemaah dengan alasan akan dimasukkan dalam sistem komputer. Tanpa pikir panjang, korban lalu menyerahkan surat-surat kepada pelaku yang menyamar menjadi petugas haji.

WDA | ANT