Steve Ballmer. AP Photo/Remy de la Mauviniere
Topik
CEO Microsoft Merasa Beruntung Tak Jadi Beli Yahoo
TEMPO.CO, San Fransisco - Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Steve Balmer mengatakan perusahaannya bak terselamatkan dari peluru ketika gagal mengakuisisi Yahoo pada 2008 silam.
Pada Februari 2008, Microsoft menawarkan US$ 44,6 miliar sebagai kompensasi akuisisi Yahoo. Salah satu perintis yang kemudian menjadi CEO Yahoo Jerry Yang dan dewan direksi Yahoo kala itu menolak dan kemudian berujung pembatalan negosiasi. Hingga akhirnya Microsoft menyerah pada Mei 2008.
Baru-baru ini justru terdengar kabar kegagalan Yahoo seiring dengan resesi ekonomi yang menghantam Amerika Serikat. Carol Bartz, mantan CEO Yahoo, dipecat karena gagal mengembalikan keuntungan perusahaan itu.
Kini Yahoo hanya bernilai US$ 19,5 miliar atau tak sampai separuh dari penawaran Microsoft pada 2008 silam.
Pada pertemuan Web 2.0 di San Fransisco, Rabu 19 Oktober 2011, John Battele dari Federasi Media mengajukan pertanyaan sederhana kepada Balmer. "Apakah Anda senang karena tidak jadi membeli Yahoo senilai US$ 44,6 miliar?" tanya dia.
Ballmer menjawab, "Ehm, Anda tahu waktu terus berubah." Lalu CEO Microsoft itu menguraikan bagaimana pasar kemudian jatuh tak lama sebelum kesepakatan dengan Yahoo. Momen negosiasi dengan Yahoo ternyata tak jauh dengan kehancuran Lehman Brothers.
"Kadang-kadang, Anda beruntung," kata Ballmer lega. Microsoft dan Yahoo akhirnya hanya bersepakat soal kerja sama mesin pencari pada 2009.
Kesepakatan tersebut memberikan kesempatan Microsoft mengendalikan pasar mesin pencari Yahoo tanpa membuang uang US$ 44,6 miliar untuk mengakuisisinya.
MASHABLE.COM | DIANING SARI





