foto

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Indeks Diperkirakan Masih Fluktuatif  

TEMPO.CO, Jakarta - Pasar finansial hari ini, Rabu 19 Oktober 2011, diperkirakan masih bergejolak, sehingga membuat indeks fluktuatif. Penyebabnya tak lain adalah belum adanya obat mujarab mengatasi masalah krisis utang Yunani dan negara Uni Eropa. Pasar akan tenang saat ada kepastian dikucurkannya dana talangan bagi Yunani.

Jatuhnya bursa regional seiring dengan kembali meredupnya harapan penyelesaian masalah krisis Eropa serta melambatnya perekonomian Cina membuat indeks kembali jatuh ke level 3.600.

Pada perdagangan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun 106,988 poin (2,87 persen) ke level 3.622,027. Saham sektor pertambangan, perbankan, serta konstruksi yang turun lebih dari 3 persen memimpin kejatuhan indeks kali ini.

Head of Research dari PT eTrading Securities, Betrand Raynaldi, menjelaskan pelemahan indeks kemarin karena faktor eksternal seiring dengan jatuhnya bursa regional dampak dari munculnya kembali kekhawatiran masalah utang Eropa. “Sedangkan rencana reshuffle (perombakan) kabinet tidak ada pengaruhnya terhadap kejatuhan bursa kemarin,” kata Betrand.

Minggu ini indeks akan bergerak dalam kisaran 3.500 hingga 3.750. Bagi investor jangka panjang tidak ada masalah. Tapi, bagi investor yang bermain jangka pendek harus hati-hati dan disiplin. “Jika telah memperoleh keuntungan buru-buru dilepas, dan bila kondisi global terus memburuk jangan ragu-ragu melakukan cut loss agar tidak mengalami rugi besar,” tutur Betrand.

VIVA B. KUSNANDAR