foto

TEMPO/Muhammad Auliya

Menguat 61 Poin, Rupiah Ditutup Rp 8.800 per Dolar

TEMPO.CO, Jakarta - Upaya Bank Indonesia menjaga volatilitas mata uangnya di pasar membuahkan hasil. Sempat melemah hingga ke Rp 9.300 per dolar Amerika serikat (AS), kini rupiah sudah berada di level Rp 8.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

Eforia para pelaku pasar terhadap penyelesaian masalah krisis utang kawasan Eropa membuat mata uang euro menguat hingga ke level US$ 1,39 memicu pelemahan dolar AS di pasar global. Terdepresiasinya dolar AS kembali dimanfaatkan oleh rupiah untuk kembali mendekati level Rp 8.800 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Lindawati Susanto menjelaskan positifnya bursa saham global dan terdepresiasinya dolar AS terhadap euro menjadi pemicu penguatan nilai tukar rupiah.

Di pasar uang hari ini, Rabu, 19 Oktober 2011, rupiah ditransaksikan menguat 61 poin (0,69 persen) ke level Rp 8.823 per dolar AS.

Munculnya kembali harapan terhadap penyelesaian krisis Eropa menjelang berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pada tanggal 23 Oktober mendatang mampu membangkitkan rasa percaya investor. “Hal itu membuat bursa saham regional menguat, dan imbasnya mata uang Asia, termasuk rupiah, berhasil menguat terhadap dolar AS,” ujar dia  memaparkan.

Pernyataan Kanselir Jerman Angela Markel bahwa penyelesaian krisis Eropa ini butuh waktu yang lama dan tidak bisa secepat membalikkan tangan direspons cukup positif oleh pasar. Ditambah lagi adanya berita bahwa Pemerintah Jerman dan Prancis akan meningkatkan dana talangan Eropa membuat euro sempat menguat ke US$ 1,39.

Dari faktor domestik, perombakan kabinet kemarin tidak banyak mempengaruhi pergerakan rupiah. Apresiasi rupiah kali ini karena positifnya pasar finansial global. “Karena para pelaku pasar tidak mau terjebak oleh isu politik,” kata Linda.

Hingga pukul 17:26 WIB, indeks dolar AS terhadap enam mata uang rival utamanya melemah cukup tajam 0,543 poin (0,7 persen) ke level 76,595. Dampaknya, mata uang regional cenderung menguat hari ini.

Dolar Singapura menguat 0,57 persen, won Korea Selatan naik 1,1 persen, peso Filipina terapresiasi 0,26 persen, baht Thailand menguat 0,15 persen, serta ringgit Malaysia juga menguat 0,77 persen.

VIVA B. KUSNANDAR