AP/Michael Probst
Topik
Infografis
Berita Positif Eropa Kembali Angkat Indeks 63 Poin
TEMPO.CO, Jakarta - Munculnya kembali harapan atas penyelesaian masalah krisis utang Eropa yang memicu penguatan bursa Wall Street dan bursa regional mampu menopang indeks lokal bergerak di area positif. Menguatnya harga minyak dan komoditas lainnya juga turut mendorong kenaikan indeks.
Di akhir perdagangan hari ini, Rabu, 19 Oktober 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup naik 63,279 poin (1,75 persen) ke level 3.685,306.
Analis dari PT Finan Corfindo Nusa, Helen, mengemukakan munculnya kembali berita positif dari kawasan Eropa mendorong investor kembali memborong saham-saham unggulan berfundamental bagus yang mengalami koreksi cukup tajam kemarin. “Walhasil indeks mampu berbalik menguat,” tutur Helen.
Sentimen positif dari faktor eksternal serta adanya kepastian perombakan kabinet membuat para pemodal kembali berani masuk ke bursa membuat indeks kembali mendekati level 3.700. Pergantian para menteri sebenarnya tidak banyak perpengaruh terhadap bursa. Yang menjadi perhatian investor adalah kepastiannya.
“Antisipasi menjelang keluarnya musim laporan keuangan emiten triwulan III 2011 serta pembagian dividen oleh beberapa emiten turut menopang penguatan bursa domestik,” tutur dia.
Saham yang berpindah tangan mencapai 6,8 miliar lembar senilai Rp 4,88 triliun, serta frekuensi 143 ribu kali transaksi. Harga 199 saham naik, 29 saham turun, serta 66 saham lainnya stagnan. Investor asing mencatat pembelian bersih Rp 210,6 miliar.
Saham-saham yang turut mengerek kenaikan indeks kali ini antara lain Astra International (ASII) menguat Rp 1.250 menjadi Rp 69.300, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke Rp 6.600, Perusahaan Gas Negara (PGAS) menguat Rp 150 ke Rp 2.825, serta Adaro juga naik Rp 100 menjadi Rp 1.980 per saham.
Bursa Hong Kong sore ini ditutup menguat 1,29 persen, bursa Australia 0,6 persen, bursa Tokyo 0,35 persen, bursa Seoul 0,93 persen, serta bursa Kuala Lumpur juga menguat 0,72 persen. Sedangkan bursa Shanghai dan bursa Singapura justru melemah, masing-masing melemah 0,25 persen dan 0,16 persen.
VIVA B. KUSNANDAR





