foto

Wisatawan memadati jalan masuk candi Borobudur di komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (3/9). Puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah mengisi libur Lebaran dengan mengunjungi candi Borobudur, diperkirakan puncak kunjungan wisatawan ke Borobudur akan terjadi pada besok Minggu (4/9). ANTARA/Anis Efizudin

Menjual Borobudur di ITB Asia  

TEMPO.CO, Singapura - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengandeng 50 pelaku industri pariwisata Indonesia untuk mengikuti pameran ITB Asia 2011 di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre.

International Tourismus Börse, bursa pariwisata internasional. Pameran ini dibuka hari ini, Rabu 19 Oktober 2011. Kementerian Pariwisatan Indonesia menawarkan keindahan alam dan warisan budaya. Misalnya, kemegahan Candi Borobudur, kawah Ijen, dan komodo.

Pelaku industri pariwisata yang mengikuti pameran ini didominasi biro perjalanan wisata dan hotel. Mereka menawarkan paket wisata dari leisure hingga wisata alam. Selain berasal dari Bali, mereka juga datang dari Lombok, Jakarta, Manado, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Ada 19 industri pariwisata dari Bali yang digandeng Kementerian Pariwisata. Salah satu peserta pameran itu adalah True Balinese Experience. Perusahaan yang bermarkas di Denpasar, Bali ini menawarkan paket petualangan alam yang ada di Bali. Perusahaan yang berdiri sejak 1995 ini memiliki paket unggulan berupa rafting di Sungai Ayung, Bali.



Mereka juga menawarkan petualangan alam dan sepeda gunung di pedesaan Kintamani dan Jatiluweh. Ada juga BaliVIP Weddings dengan andalannya sebagai penyelenggara wedding organizer di Bali.

Terdapat juga PT Taman Wisata Candi Borobudur, PrambananN dan Ratu Boko. Perusahaan ini mengelola candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah. Candi Budha yang dibangun pada masa dinasti Syailendra sudah termasyur ke seluruh penjuru dunia sebagai tujuh keajaiban dunia.

Ajang ITB Asia ini merupakan pertemuan antar industri pariwisata dari berbagai negara di Asia Pacific. Pameran ini akan mempertemukan pelaku industri dengan industri pariwisata dari negara lain. Mereka akan mengadakan transaksi lewat pertemuan business to business (B to B). "ITB Asia akan mempertemukan pelaku industri dari Indonesia dengan buyer dari mancanegara," ujar Nia Niscaya, Direktur Promosi Wisata Luar Negeri, Kementerian Pariwisata.

SUTARTO