Dahlan Iskan. TEMPO/Imam Sukamto
Dahlan Iskan: Direktur Utama PLN Harus Orang PLN
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan yang akan menggantikan dia sebagai Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) haruslah orang dalam perusahaan yang kini menjabat sebagai direktur. Hal itu agar tidak terjadi guncangan di tubuh perusahaan, setelah ia ditunjuk memimpin Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara.
“Intinya begini (PLN) tidak boleh terguncang-guncang, harus stabil. Untuk stabil yang memimpin nanti harus salah satu direktur yang ada sekarang,” katanya usai dilantik dan mengucap sumpah jabatan di Istana Negara Jakarta, Rabu 19 Oktober 2011. Dahlan Iskan ditunjuk menggantikan Mustafa Abubakar yang sakit sehingga kinerjanya dinilai tidak optimal. Posisi baru itu memaksa Dahlan meninggalkan posisinya sebagai Direktur Umum di PLN.
Dahlan mengatakan hari ini atau selambatnya besok penunjukan pengganti dirinya akan segera diputuskan. Ia mengibaratkan PLN sebagai kendaraan yang sangat besar. Saat ini PLN memiliki 50 ribu karyawan ditambah 50 ribu karyawan outsourcing.
“Jadi PLN itu ibarat kendaraan besar, penumpangnya 100 ribu. Kendaraan besar seperti itu tidak boleh jalannya bergelombang-gelombang. Tidak boleh karena penumpangnya nanti mabuk semua. Bayangkan kalau 100 ribu orang mabuk bersama-sama. Nanti muntahnya tidak tertahankan.”
KARTIKA CANDRA





