foto

Pekerja merakit propeler pesawat CN 235-110 Maritime Patrol Aircraft pesanan Korea Coast Guard di hanggar PT DI, Bandung. TEMPO/Prima Mulia

Perbaiki Mesin, Dirgantara Gandeng GE

TEMPO.CO, Jakarta - PT Nusantara Turbin Propulsi, anak usaha PT. Dirgantara Indonesia menjalin kerjasama dengan General Electric untuk dukungan perbaikan (overhaul support) mesin CT7 untuk pesawat baling-baling ganda CN 235. Perjanjian yang ditandatangani Rabu 19 Oktober ini menambah lingkup kerja sama kedua perusahaan yang sudah terjalin sejak 20 tahun lalu.




Dalam perjanjian ini, Nusantara akan melaksanakan jasa overhaul semua varian mesin CN 235. Sedangkan GE Aviation melaksanakan perakitan, inspeksi serta pengujian mesin CT7 untuk pesawat CN235 yang diproduksi Airbus Military dan PTDI.

Handry Satriago, Direktur Utama GE Indonesia mengaku senang bisa meneruskan kerjasama dengan Nusantara dan Dirgantara. “Pengalaman CN 235 dengan mereka dengan mesin kami merupakan keuntungan tersendiri," ujarnya.

Supra Dekanto, Presiden Direktur Nusantara mengatakan perjanjian ini meneguhkan dukungan bagi CN 235. “Kami berterimakasih pada GE atas dukungannya," kata dia.

Pesawat bermesin ganda CN 235 kini digunakan oleh Turki, Korea, Malaysia, Pakistan, Spanyol, Perancis, dan Indonesia. Pesawat rancangan bersama Cassa Spanyol dan Dirgantara ini digunakan untuk patroli maritim, pengamatan serta transportasi udara. Mesin CT 7 mulai digunakan pada CN 235 pada dekade 1980an.

Nur Rochmi