foto

Suasana bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (05/01). Pada awal tahun 2010 pemerintah memprediksikan ada pertumbuhan ekspor, meski angkanya kecil. TEMPO/Budi Purwanto

HSBC : Perdagangan Indonesia Tak Terpengaruh Krisis Global

TEMPO.CO, Jakarta - Krisis global yang tengah melanda Eropa dan Amerika saat ini dinilai tak membawa dampak besar pada volume perdagangan Indonesia. "Korelasinya sangat kecil," kata Kepala Global Market HSBC Indonesia, Ali Setiawan, dalam diskusi ekonomi di Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2011.




Perdagangan Indonesia, menurut Ali, tak terpengaruh karena Volumenya di Eropa saat ini belum begitu besar. Apalagi jika dibandingkan dengan perdagangan ke sebagian negara Asia yang menjadi mitra lama Indonesia."Kami masih optimis minimal dalam enam bulan kedepan," ujarnya.

Survey HSBC Trade Confidence Index semester kedua tahun ini menunjukkan, nilai eksportir dan importir Indonesia naik 21 poin ke level 144. Hal ini berarti mereka menjadi pelaku perdagangan paling optimis diantara negara yang disurvey.

Data itu sejalan dengan hasil survey HSBC Trade Forecast yang menempatkan Indonesia dalam peringkat keempat negara dengan prediksi pertumbuhan tertinggi sampai 2025, dengan rata-rata pertumbuhan perdagangan mencapai 7,3 persen per tahun.

Bahkan dalam lima tahun kedepan, total pertumbuhan perdagangan Indonesia diprediksi naik hingga 144 persen, dengan nilai Rp 619.6 miliar. "Angka ini menunjukan peningkatan volume perdagangan yang cukup signifikan," ujar Ali.

Namun demikian fluktuasi nilai tukar dan regulasi merupakan dua tantangan utama yang dihadapi pelaku perdagangan internasional saat ini. Selain itu minimnya perbaikan infrastruktur akan menjadi hambatan utama dalam merealisasikan pencapaian itu.

JAYADI SUPRIADIN