koran.republika.co.id
Topik
Gelang Haji Ini Pantang Dilepas
TEMPO.CO, Boyolali - Setiap calon haji mendapat gelang identitas sebagai tanda pengenal diri selain paspor. Gelang tersebut dibagikan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci dan wajib dipakai selama menjalankan ibadah haji.
Pejabat humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Surakarta, Badrus Salam mengatakan gelang identitas harus dipakai dalam segala kesempatan. “Kalau paspor bisa disimpan dalam waktu-waktu tertentu, tapi untuk gelang harus terus dipakai. Bahkan ketika mandi sekalipun,” jelasnya di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Rabu, 19 Oktober 2011.
Paspor yang biasanya dikalungkan dan ditaruh di depan terkadang harus dilepas untuk menghindari kemungkinan hilang. Misalnya saat melakukan tawaf atau melempar jumrah yang biasanya berdesak-desakan. Saat itu, paspor dititipkan kepada petugas dan diambil kembali selesai melakukan rukun haji.
“Beda dengan gelang identitas. Harus terus dipakai agar ketika terjadi sesuatu seperti tersesat, gampang menemukan asalnya,” katanya. Gelang identitas yang terbuat dari besi stainless steel memuat nama calon haji dan nomor paspor yang bersangkutan.
Sementara itu, Koordinator pembuatan gelang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Surakarta, Rozikhan menerangkan gelang tersebut dibuat di Jepara. “Sesuai spesifikasi dari Kementerian Agama,” ucapnya.
Dia mengatakan pemberian nama dan nomor paspor dilakukan di Asrama Haji Donohudan dengan menggunakan larutan kimia dan aliran listrik untuk membuat huruf timbul. Dia memastikan tulisan timbul tersebut tidak akan hilang meskipun digunakan dalam suhu hingga 100 derajat celcius.
UKKY PRIMARTANTYO





