foto

sott.net

Saatnya Jauhkan Televisi dari Anak

TEMPO.CO, Boston- Anak-anak usia di bawah dua tahun disarankan tidak menonton televisi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) anak-anak tersebut sebaiknya bermain ketimbang menonton televisi. Pernyataan bahwa program TV bermanfaat untuk membantu anak-anak dalam belajar, menurut AAP, ternyata tidak terbukti. Malah sebaliknya, temuan terbaru menunjukkan bahwa menonton televisi justru menimbulkan masalah tidur dan tertundanya kemampuan bicara sang anak.

Bahkan televisi yang menjadi latar belakang dalam kegiatan anak-anak dianggap bisa mempengaruhi perkembangan anak-anak tersebut. Pasalnya, latar belakang suara televisi bisa mengalihkan perhatian anak dari kegiatan bermainnya yang bermanfaat. Latar belakang televisi juga kemungkinan mengalihkan perhatian orang tua karena membuat mereka tidak berbicara atau berinteraksi dengan anak-anaknya.

Kenyataannya, rekomendasi tersebut sangat berkebalikan dengan fakta yang terjadi. Menurut riset pada 2007, sekitar 90 persen orang tua mengatakan bahwa anak-anak mereka yang berusia kurang dari dua tahun menonton berbagai tayangan televisi. Pada usia tiga tahun, hampir sepertiga dari anak-anak tersebut mempunyai televisi di kamar tidurnya.

Untuk mengimbangi hal tersebut, para orang tua disarankan agar membuat strategi guna mengatur jadwal menonton televisi anak-anak mereka. Idealnya anak berusia di bawah dua tahun menonton televisi bersama-sama orang tuanya.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam konferensi nasional dan pameran AAP, Selasa 18 Oktober 2011. Rekomendasi tersebut dikhususkan untuk menjawab problem berkenaan dengan tontonan program televisi, dan tidak memberikan komentar mengenai risiko atau keuntungan dari penggunaan aplikasi telepon, video game, atau program lain yang memungkinkan anak terpapar layar monitor.

LIVESCIENCE I ARBA’IYAH SATRIANI