ANTARA/Muhamad Nasrun
Temuan Baru, Susu dari Jagung
TEMPO.CO, Maros - Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan, Dr. Suarni, sejak dua tahun lalu menemukan ramuan susu berbahan baku jagung muda. Tapi penemuan ini belum diketahui secara luas. Sebab susu jagung ini belum beredar di pasaran.
Awalnya Suarni mengamati pertumbuhan jagung pada usia 65 hari, yang buahnya disebut masak susu. "Dari kata masak susu inilah saya coba meneliti hingga berhasil menjadikannya susu dengan menggunakan teknologi modern," kata dia, Rabu, 19 Oktober 2011.
Cara pembuatannya, kata Suarni, cukup sederhana dan dapat dilakukan para ibu rumah tangga. Selain itu, bahannya mudah didapat. Langkah pertama, jagung muda direbus setengah matang untuk menonaktifkan enzim yang terdapat pada jagung. Tapi prosesnya harus dijaga agar sari pati jagung tidak keluar. Setelah itu biji jagung dipisahkan dari tongkol, lalu diblender.
"Satu kilogram jagung dapat dicampur dengan takaran air 2 liter. Hasilnya akan menjadi 3 liter," katanya. Penyajiannya bisa disesuaikan dengan selera, misalnya menambahkan susu bubuk atau gula. Menurut penelitian Suarni, susu jagung sangat bermanfaat bagi tubuh, khususnya bagi ibu hamil atau penderita diabetes. "Dapat pula melancarkan pencernaan."
Kandungan nutrisi pada jagung terdiri atas lemak esensial, zat besi, karotena, karbohidrat, protein, lemak, dan serat kasar. Suarni saat ini tengah mengembangkan penelitiannya untuk membuat es krim susu jagung. Hanya, produk ini tak bisa bertahan lama. Sebab, pengolahannya masih dilakukan secara alami dan tidak menggunakan bahan pengawet.
Selain diolah menjadi susu, jagung bisa diolah menjadi tepung sebagai bahan makanan kering. "Kami sudah mencobanya dengan membuat steak jagung, kue jagung rasa madu, barongko jagung, dan cake," kata Suarni. Temuannya ini belum dibuatkan hak paten. "Yang terpenting masyarakat bisa menerima dan memanfaatkan hasil penelitian saya ini," kata dia.
JUMADI





