foto

Pengeboran minyak dan gas di lepas pantai perairan Madura (27/4). TEMPO/Fully Syafi

India Berminat Investasi Minyak dan Gas

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Evita H. Legowo menyatakan India berminat menginvestasikan minyak dan gas di Indonesia karena saat ini mereka perlu banyak gas. "Mereka siap investasi dari hulu ke hilir," kata dia, Rabu 19 Oktober 2011.

Bahkan minat dari investor India ini dinilai sangat tinggi. Meski begitu, pemerintah akan tetap mengedepankan kepentingan nasional. "Antusiasmenya belum pernah lihat yang seperti itu," ujar Evita.

India, di antaranya, ingin berinvestasi di bidang hilir untuk kilang, infrastruktur penampung terapung gas dan pipa. India saat ini telah memiliki teknologi dan stasiun regasifikasi berukuran kecil.

Sejumlah perusahaan yang menyatakan antusiasmenya untuk berinvestasi di Indonesia itu antara lain Petronet LNG Limited, yang bergerak di bidang pembangunan penampungan gas cair (liquefied natural gas/LNG) terapung di India. Selain itu, ada Oil and Natural Gas Corporation Limited, yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi migas.

Namun Evita belum bisa menyebutkan nilai investasi perusahaan tersebut ke Indonesia. Pasalnya, saat ini para investor masih membahas bentuk dan sistem kerja sama dengan perusahaan lokal.

Keyakinan para investor India itu dirasakan Evita saat berkunjung ke negara tersebut pekan lalu. Saat itu pemerintah menawarkan pemodal India untuk berinvestasi dan melanjutkan kerja sama yang telah ditandatangani Presiden sebelumnya. "Saya sudah memberi tahu mereka untuk menghubungi Pertamina, PGN, dan perusahaan swasta lain untuk lebih lanjut," ujar Evita.

India, kata dia, adalah negara yang mempunyai minat yang sangat besar untuk berinvestasi di Indonesia. Tahun lalu, salah satu perusahaan India yang bergerak di bidang baja, Essar, menyatakan minatnya mendirikan proyek kilang pengolahan bahan bakar minyak di Banten, Tuban, dan Balongan senilai US$ 5 miliar.

Evita juga menilai India menonjol untuk membereskan permasalahan pembangunan kilang minyak mentah. Saat ini, meskipun tetap mengimpor minyak mentah dari negara lain, India menjual kembali minyak yang sudah diolah ke luar negeri.

NUR ROCHMI