ANTARA/Rosa Panggabean
Topik
Infografis
Indeks Kembali Terjun 63 Poin
TEMPO.CO, Jakarta - Perpecahaan yang teradi dikalangan para pemimpin Eropa terhadap rencana penyelesaian masalah krisis utang kawasan membuat harga saham di bursa Asia turun. Hal ini yang memicu kejatuhan indeks lokal. Belum adanya kata sepakat Uni Eropa dalam menyelesaikan krisis utang kembali memunculkan ketidakpastian akan pertumbuhan ekonomi global.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Kamis, 20 Oktober 2011, ditutup jatuh 62,53 poin (1,7 persen) ke level 3.622,776. Saham sektor industri dasar dan pertambangan memimpin kejatuhan indeks.
Analis dari PT Valbury Asia Securities, Alfiansyah menjelaskan, munculnya kembali ketidakpastian akan penyelesaian krisis Eropa kembali membuat para investor bersikap hati – hati dengan melepas portofolionya untuk mengantisipasi hal yang terburuk. “Masih adanya perbedaan pendapat para pemimpin Uni Eropa terhadap dana stabilitas Eropa menghapus eforia penyelesaian krisis utang kawasan,” kata dia.
Kuatnya sentimen negatif dari faktor global membuat para pemodal mengabaikan sentimen positif domestik seperti fundamental ekonomi yang solid dan antispasi keluarnya laporan keuangan emiten triwulan ketiga 2011.
"Diturunkannya peringkat utang Spanyol oleh Moody’s dan melambatnya perekonomian Cina yang merupakan batometer ekonomi Asia kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global," papar dia.
Volume perdagangan kali ini mencapai 4,12 miliar saham dengan nilai Rp 3,35 triliun serta frekwensi 106,8 ribu kali transaksi. Harga 194 saham turun, hanya 39 saham naik, serta 48 saham lainnya stagnan. Dan investor asing mencatat penjualan bersih Rp 193,6 miliar.
Dari kawasan regional, bursa Shanghai sore ini ditutup melemah 1,94 persen, bursa Hongkong turun 1,78 persen, bursa Tokyo terkoreksi 1,03 persen, bursa Singapura jatuh 0,96 persen, serta bursa Seoul juga melorot 2,74 persen.
VIVA B. KUSNANDAR





