foto

Azhar Lubis. TEMPO/Dasril Roszandi

Realisasi Investasi Kuartal III Naik 15,3 Persen  

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi selama kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp 65,4 triliun, naik 15,3 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Dengan begitu, secara total sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, realisasi investasi sudah mencapai Rp 181 triliun, atau 75,4 persen dari target pemerintah sebesar Rp 240 triliun.

Selama kuartal ketiga tahun ini, realisasi penanaman modal dalam negeri didominasi oleh sektor tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp 3,6 triliun. Lalu diikuti listrik gas dan air sebesar Rp 3,3 triliun; industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan Rp 2,2 triliun; industri mineral non-logam Rp 2,1 triliun; dan pertambangan Rp 1,7 triliun.

Nilai realisasi investasi di dalam negeri tertinggi terdapat di Jawa Barat sebesar Rp 43 triliun, Jawa Timur Rp 2,7 triliun, DKI Jakarta Rp 2 triliun, Kalimantan Timur Rp 1,8 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp 1,4 triliun.

Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing terbesar terdapat di sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar US$ 1,1 miliar; pertambangan sebesar US$ 0,9 miliar; industri logam dasar, barang logam, mesin, dan elektronik sebesar US$ 0,6 miliar; listrik, gas, dan air sebesar US$ 0,5 miliar; serta industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi sebesar US$ 0,3 miliar.

Realisasi investasi asing terutama berlokasi di DKI Jakarta dengan nilai US$ 1,4 miliar, Jawa Barat sebesar US$ 1 miliar, Banten US$ 0,8 miliar, Papua US$ 0,4 miliar, dan Bali US$ 0,3 miliar.

Negara asing pemodal terbesar berasal dari Singapura yang menanamkan investasinya US$ 1,3 miliar, lalu diikuti oleh Amerika Serikat sebesar US$ 0,5 miliar, Belanda sebesar US$ 0,4 miliar, Korea Selatan US$ 0,4 miliar, dan Jepang sebesar US$ 0,4 miliar.

FEBRIANA FIRDAUS