TEMPO/Dasril Roszandi
Topik
BKPM Yakin Investasi Tetap Tumbuh Tahun Depan
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal yakin target realisasi investasi Rp 283,5 triliun dapat tercapai tahun 2012. "Kalau so far memang kami masih optimistis, karena investasi itu jangka panjang," ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Himawan Hariyoga, Kamis, 20 Oktober 2011.
Meski sebetulnya BKPM khawatir krisis ekonomi global yang berkelanjutan pada akhirnya bakal berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia dan berikutnya berdampak pada arus investasi ke Indonesia. "Tapi sampai saat ini dampak krisis ekonomi global tersebut belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap perekonomian Indonesia," kata Himawan.
Bila dibandingkan dengan target realisasi investasi tahun ini mencapai Rp 240 triliun, pemerintah terlihat tetap optimistis di tahun depan. Dengan begitu, selama 2010-2014, nilai investasi kumulatif mencapai Rp 1.629 triliun. Himawan menegaskan belum ada niat BKPM untuk melakukan koreksi atas target ini atas ancaman perlambatan ekonomi karena krisis global tersebut.
Untuk mencapai target ini, BKPM melihat ada beberapa negara yang perlu ditarik investasinya ke Indonesia. Negara-negara tersebut dinilai masih belum maksimal berinvestasi, seperti Korea, Rusia, dan negara-negara Timur Tengah.
Pada kuartal ketiga tahun ini, tercatat negara asing pemodal terbesar masih berasal dari investor dari pasar tradisional, seperti Singapura yang menanamkan investasinya US$ 1,3 miliar, lalu diikuti oleh Amerika Serikat sebesar US$ 0,5 miliar, Belanda sebesar US$ 0,4 miliar, Korea Selatan US$ 0,4 miliar, dan Jepang sebesar US$ 0,4 miliar.
Karena itu, kata Himawan, saat ini BKPM sedang gencar untuk melakukan promosi investasi di negara-negara Timur Tengah dan Rusia. Di Uni Emirat Arab, misalnya, BKPM menawarkan proyek-proyek infrastruktur.
"Mereka berminat infrastruktur, karena lebih jelas proyek-proyeknya," ujar Himawan. Selain itu, investor dari Uni Emirat Arab juga tertarik di sektor energi. Sedangkan Rusia juga berminat di sektor infrastruktur dan pertambahan.
BKPM juga akan menggenjot investasi dari sektor infrastruktur dengan total 79 proyek dengan nilai US$ 53,4 miliar. "Jadi ini kami tawarkan, tiap tahun di-review, sudah laku belum," katanya.
Ditambah dengan satu kategori atau kelompok dari proyek yang diberi nama ready for offer atau siap tender. Total ada 13 proyek siap tender dengan nilai US$ 27,5 miliar. Proyek jenis ini lebih diminati karena penanggung jawab dan lokasi sudah jelas.
FEBRIANA FIRDAUS





