foto

Polisi menangkap orang yang menghadiri acara Kongres Rakyat Papua di Abepura, Jayapura. REUTERS

Dua Orang Dilaporkan Tewas dalam Kerusuhan Jayapura

TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang tewas dalam kerusuhan Kongres Papua III di Jayapura, Rabu, 19 Oktober 2011 kemarin. Mereka adalah Daniel Kadefa dan Maxsasa Y. “Mereka sekarang berada di Rumah Sakit Dok II,” kata Wakil Ketua Komnas HAM Papua Mathius Murib di Jayapura, Kamis, 20 Oktober 2011.

Daniel merupakan anggota Petapa, Perumahan Nasional 2 Kelurahan Waena, Distrik Heram. Dia mengalami luka robek pada kepala bagian belakang. Adapun Maxsasa Y. mengalami luka tusuk pada paha sebelah kanan.



Komnas HAM memperoleh informasi berdasarkan keterangan saksi, Yosafat Yogi, 28 tahun, dan James Gobay, 25 tahun, mahasiswa Universitas Cendrawasih. Sekitar 300 peserta kongres Papua digelandang ke Markas Polda Papua karena mendeklarasikan Negara Papua Barat. Kongres Papua III di Jayapura berlangsung di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Jayapura, sejak 17 hingga 19 Oktober 2011 dan berakhir ricuh.

Kepolisian menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan makar. Kelimanya adalah tokoh Papua yang disebut terbukti ingin lepas dari pemerintahan yang sah. “Ratusan lain dibebaskan, lima orang kami jadikan tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Wachyono, Kamis, 20 Oktober 2011.

Kelimanya akan menjalani pemeriksaan mendalam. Wachyono mengatakan mereka mendeklarasikan Negara sendiri. Para tersangka dikatakan melanggar Pasal 110, 106, dan 160 KUHP tentang Makar.

Mereka adalah Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yebosembut, yang didapuk sebagai Presiden Papua Barat; Edison Gladius Waromi dari Otorita Nasional Papua Barat sebagai Perdana Menteri Papua Barat; August Makbrawen Sananay Kraar; dan Dominikus Sirabut, aktivis HAM Papua. Sementara satu orang lainnya, Gat Wenda, dikenakan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Rencananya, sore ini Kepolisian dan Kodim akan memberi keterangan resmi mengenai para korban itu. Namun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Papua, Komisaris Besar Wachyono, membantah adanya korban penembakan dalam kejadian kemarin. “Tidak ada itu, tidak ada laporan ke saya, yang pasti tidak ada korban jiwa,” kata dia.



Namun berdasarkan laporan terbaru, mereka yang tewas tidak tertembak seperti berita sebelumnya. Melainkan korban mati ditusuk dengan senjata tajam.




JERRY OMONA | TJAHJONO