foto

AP/dapd, Joerg Sarbach

Google Harus Waspadai Siri  

TEMPO.CO, California - Belakangan ini, banyak pengguna Internet yang takjub dengan kemampuan Siri--fitur unggulan dari iPhone 4S--dalam menjawab pertanyaan aneh yang diberikan padanya secara kocak.

Namun di balik sifatnya yang menghibur ini, kedatangan Siri dianggap sangat serius, bahkan dianggap sebagai peluang bagi Apple untuk mengejar bisnis inti Google dalam hal mesin pencarian.

"Saat melakukan pencarian, apa yang Anda inginkan bukanlah tautan-tautan berwarna biru yang jumlahnya jutaan. Yang Anda inginkan adalah satu jawaban yang benar," ujar Gary Morgenthaler, seperti dikutip dari CNET, Jumat, 21 Oktober 2011.

Morgenthaler adalah partner dari perusahaan modal Morgenthaler, yang merupakan investor pertama Siri, dan juga merupakan petinggi dari Nuance Communications, perusahaan yang bergerak dalam teknologi pengenalan suara, yang menyediakan teknologi dasar Siri.

Morgenthaler menambahkan, kelebihan utama Siri adalah tidak hanya merespons kata kunci, namun mampu mengenali bahasa dalam kalimat secara semantik.

"Dia memahami secara konseptual apa yang Anda maksudkan. Karena itu, Siri mampu menghadirkan jawaban tepat seperti yang dibutuhkan," ujarnya menambahkan.

Morgenthaler mengatakan saat ini Google memang memiliki Google Voice Action, namun fitur ini tidak dapat memahami perintah dalam bahasa yang natural.

Akibatnya, untuk mengoperasikannya, pengguna harus mengetahui keyword yang tepat agar mendapat respons yang diharapkan. "Dibutuhkan beberapa tahun sebelum Google dapat melakukan hal yang sama," ujarnya.

Ia menambahkan, Siri memberikan implikasi yang luas dalam industri ini, terutama pada lini smartphone. Dan Morgenthaler mengatakan bahwa ke depannya, tidak sulit membayangkan bahwa Siri mampu melakukan hal yang lebih dari yang ada saat ini, misalnya memesan tiket atau membeli bunga hanya dengan perintah suara.

Morgenthaler mengatakan revolusi dalam bidang ini tergantung pada keputusan Apple, apakah akan membuka API, sehingga pengembang dapat mengembangkan aplikasi baru. "Apple memegang kartu yang sangat penting. Kita lihat saja bagaimana mereka akan memainkan kartu ini," ujarnya.

CNET | RATNANING ASIH