foto

TEMPO/Dasril Roszandi

Rupiah Kembali Sentuh level 8.900 Jelang KTT Eropa  

TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Eropa, rupiah dan mata uang Asia lainnya bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Turunnya indeks saham bursa Asia turut menekan mata uang regional di akhir pekan ini.

Nilai tukar rupiah di transaksi pasar uang hari ini, Jumat, 21 Oktober 2011, ditutup melemah 30 poin (0,34 persen) ke level 8.908 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dari PT Pacific Duaribu Futures, Abidan Saragih, mengungkapkan, menjelang berlangsungnya KTT Eropa, Minggu, 23 Oktober 2011, investor bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan berita dari Eropa. Takut terjadi sesuatu, mereka lebih bersikap menunggu kepastian dari hasil pertemuan tersebut.

“Pelemahan bukan hanya pada rupiah, tetapi terjadi pada hampir sebagian besar mata uang Asia lainnya,” kata Abidan. Banyaknya komentar dari para pejabat Eropa membuat investor khawatir dan kembali memegang posisi dolar AS.

Disepakatinya pengumpulan dana senilai 1,3 triliun euro untuk mengatasi krisis utang, tidak banyak mendapat respons dari pasar. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan krisis utang Eropa lebih dari itu. Adanya pertemuan tambahan pada tanggal 26 Oktober mendatang juga menambah kecemasan para pelaku pasar sehingga rupiah kembali menyentuh level 8.900 per dolar AS.

Bila pertemuan Eropa menghasilkan langkah yang komprehensif, rupiah bisa menguat hingga ke level 8.700 per dolar AS. Tapi bila gagal, rupiah bisa menguji lagi ke level 9.000 per dolar AS.

Credit Default Swap
(CDS) rupiah juga masih tinggi, di level 245, jauh di atas level normalnya sebelum mencuatnya kecemasan gagal bayar Yunani, yakni sekitar level 220. Hal ini membuat rupiah masih sangat rentan.


VIVA B. KUSNANDAR