REUTERS/Lucas Jackson
Topik
Infografis
Diwarnai Kecemasan Eropa, Wall Street Ditutup Beragam
TEMPO.CO, New York—Bursa saham New York ditutup beragam pada perdagangan semalam seiring perkembangan berita dari kawasan Eropa. Para pemimpin Eropa berusaha meyakinkan investor bahwa solusi untuk mengatasi krisis utang kawasan akan segera datang.
Indeks S&P 500 naik turun dalam tujuh hari perdagangan karena para pemodal mencermati perkembangan berita terbaru yang keluar dari Eropa. Jerman dan Perancis mengeluarkan pernyataan bahwa para pemimpin Eropa sedang mengadakan pertemuan untuk membahas krisis utang meskipun belum menghasilkan solusi.
“Pernyataan itu cukup bagi pasar untuk sedikit menguat, meskipun bisa kembali turun,” kata Robert Pavlik, kepala strategi pasar Banyan Partners LLC di New York. Kecemasan pasar tetap tinggi, hal ini terlihat dari indeks volatilitas CBOE (VIX) yang mengukur ketakutan pasar naik lebih dari 1 persen mendekati 35.
Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis menunjukkan bahwa aktivitas pabrik diwilayah Atlantik Tengah meningkat di bulan Oktober dan klaim pengangguran juga menurun minggu lalu. Akan tetapi data lain menunjukkan bahwa penjualan rumah turun.
Pada perdagangan Kamis, 20 Oktober 2011waktu setempat, indeks S&P 500 ditutup naik 5,51 poin (0,46 persen) ke level 1.215,39. Indeks saham utama Dow Jones menguat 37,16 poin (0,32 persen) ke level 11.541,78. Sedangkan indeks saham teknologi Nasdaq turun 5,42 poin (0,21 persen) menjadi 2.598,62.
Kemajuan para peminpin Eropa dalam mencari solusi penyelesaian krisis Eropa dianggap penting sehingga mampu memicu kenaikan S&P level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Investor juga sangat memperhatikan laba perusahaan. Menurut data Thomson Reuters, dari 109 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan pendapatannya, 70 persennya diatas ekspektasi para analis.
Setelah bel penutupan, saham Microsoft turun 0,5 persen menjadi US$ 26,87 seiring keluarnya laporan keuangan. Saham Ingersoll Rand turun 7,9 persen menjadi US$ 27,38 setelah laba triwulan ketiga kemarin lebih rendah dari perkiraan analis dan ditriwulan ke empat juga diperkirakan akan turun karena lemahnya permintaan.
Saham Polycon, yang masuk dalam komponen indeks Nasdaq anjlok lebih dari 25 persen menjadi US$ 16,33 setelah perusahaan yang bergerak dibidang telekonferensi ini melaporkan bahwa pendapatannya jauh dibawah ekspektasi pasar.
REUTERS/ VIVA B. KUSNANDAR





