AP/Ng Han Guan
Topik
208 Fotografer Serbu Yogyakarta
TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 208 fotografer berkumpul di Yogyakarta dalam acara Jogja Photografer Gathering (JEPEGE) 2011. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Makassar, hingga Manokwari. Bahkan 15 peserta di antaranya adalah turis asing yang sedang berlibur di Yogyakarta.
Para fotografer itu melakukan kegiatan bersama selama tiga hari, mulai hari ini hingga Minggu, 23 Oktober 2011. Acara Jogja Photografer Gathering 2011 dibuka oleh Tantyo Sukadar, praktisi fotografi senior, di Museum Beteng Vredeberg Yogyakarta, Jumat pagi tadi.
Panitia menyiapkan sederet acara untuk mengisi kegiatan selama tiga hari di Yogyakarta. Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan Forum Berbagi, yakni acara berbagi pengalaman dari para fotografer senior, seperti Don Hasman, Tantyo Sukadar, Oscar Motuloh, Edy Hasby, Jhonny Hendarta, Risman Marah, dan sebagainya.
Sore nanti, mulai pukul 16.00, para peserta Jogja Photografer Gathering 2011 melakukan hunting bareng di Kota Yogyakarta. Hunting bareng bertema “Jogja in Frame” ini mengambil lokasi di Keraton, Pasar Beringharjo, Malioboro, Stasiun Tugu, Kali Code, dan kawasan Tugu Yogyakarta. “Jika para peserta masih kurang puas, panitia masih bisa memfasilitasi peserta untuk hunting foto di lokasi yang sama pada Sabtu besok,” kata Yetti Lutiyan, Humas JEPEGE 2011, Jumat, 21 Oktober 2011.
Hasil memotret bareng ini akan dilombakan dalam acara People’s Choice Photo Contest. “Pemenangnya ditentukan dari hasil pemilihan sesama peserta sendiri, bukan ditentukan oleh dewan juri. Jadi, foto yang dilombakan akan dipajang dan kemudian peserta JEPEGE memberi tanda untuk foto yang mereka sukai. Foto yang mendapatkan tanda paling banyak dari peserta inilah yang akan menjadi pemenang kontes,” jelas Yetti.
Selain hunting bareng, para peserta JEPEGE juga akan difasilitasi untuk memotret acara Jogja Java Carnival di sepanjang Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta hingga Malioboro, Sabtu malam. JEPEGE 2011 juga akan diisi dengan sesi memotret model. Uniknya, obyek foto yang dihadirkan bukanlah model foto konvensional, melainkan para seniman yang sedang unjuk keahliannya.
Menurut Dwi Oblo Prasetyo, salah seorang panitia pengarah, JEPEGE 2011 ini sebenarnya adalah acara tahun lalu yang tertunda. Tahun lalu, 27 Oktober 2010, acara JEPEGE dipusatkan di gedung Purna Budaya UGM, namun baru sebatas acara pembukaan dan kemudian bubar karena bencana Merapi. “Begitu acara dibuka, sore harinya, gedung Purnabudaya dijadikan lokasi pengungsian korban Merapi. Akhirnya, acara bubar dengan sendirinya,” kata fotografer Reuters ini sembari tertawa.
Oblo berharap JEPEGE ini akan menjadi acara tahunan di Yogyakarta. Dengan demikian, JEPEGE diharapkan akan menjadi ajang pertemuan tahunan fotografer di Indonesia. “Kami punya angan-angan ada semacam ‘hari foto’ seperti yang terjadi di Prancis, di mana para fotografer berkumpul untuk menggelar acara bersama. Dengan demikian, nantinya jika para fotografer ingin berkumpul dan beraktivitas bareng, Yogya-lah tempatnya,” ujarnya.
HERU CN






