Sejumlah pekerja membuat relief untuk produk furniture di Desa Senenan, Jepara (21/12). Satu set meja kursi tamu dijual Rp 9 juta dan banyak disukai negara Timur Tengah. TEMPO/Budi Purwanto
Topik
Korea Selatan Genjot Investasi ke Jawa Tengah
TEMPO.CO, Semarang - Pemerintah Korea Selatan berjanji akan terus menggenjot investasi di berbagai bidang di Propinsi Jawa Tengah. Sejumlah sektor mulai dibidik oleh negara tersebut, yakni furniture, tekstil, dan bidang kimia. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Yong Sun, dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat, 21 Oktober 2011.
“Nilai investasi Korea di propinsi ini tercatat mencapai US$ 70 juta. Tahun-tahun mendatang akan terus meningkat,” kata Bibit. Korea Selatan berniat meningkatkan nilai investasi untuk beberapa sektor. Saat ini sudah di ada 97 perusahaan dari Korea Selatan yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Selain itu, ada sekitar 300 warga negara Korea Selatan yang saat ini bermukim di wilayah Jawa Tengah. Mereka rata-rata bekerja menjadi tenaga ahli di pabrik-pabrik tersebut.
Bibit menyatakan pertemuan dengan duta besar merupakan saling tukar informasi untuk kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Bibit mencontohkan, saat ini Pemerintah Korsel akan menanamkan investasi di daerah Boyolali. Selain itu, Duta Besar Korea Selatan juga menyatakan tertarik dengan pariwisata di propinsi Jawa Tengah, seperti wisata di Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah. Menurut Bibit, setiap tahun sekitar 15 juta warga Kora Selatan keluar negeri untuk berwisata. “Duta besar berjanji akan mengarahkan warganya untuk wisata di Jawa Tengah,” kata Bibit.
Propinsi Jawa Tengah berjanji akan mempermudah persyaratan penanaman investasi tersebut. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sarana prasarana penunjang masuknya investasi ke Jawa Tengah. Salah satunya adalah penyiapan infrastuktur berupa proyek jalan tol Semarang-Solo. “Kami target pada 2013, proyek tol ini sudah bisa digunakan sehingga akses ke Boyolali akan lebih mudah," kata Bibit.
Saat ini, Jawa Tengah juga sedang membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 2 x 1000 megawatt di Batang. PLTU tersebut akan mampu menyuplai listrik untuk seluruh Jawa Tengah dan daerah-daerah lain.
Untuk menindaklanjuti kerja sama Jawa Tengah-Korea Selatan, Bibit berjanji juga akan berkunjung di sister city yang ada di Korea Selatan.
ROFIUDDIN





