AP/Charles Krupa
Topik
Persiapan Tim Basket Lebih Matang Menuju Emas
TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan dua tim basket Indonesia yang akan berjuang di SEA Games XXVI sudah memasuki tahap akhir. Keduanya, tim putra dan tim putri, kini menjalani latihan intensif di Britama Arena Kelapa Gading--tempat pertandingan akan digelar. Bekal kompetisi di FIBA Asia serta beberapa uji coba di luar negeri semakin mematangkan persiapan.
Tim putra sempat mendapatkan pelatihan khusus di akademi basket di Australia pada awal-awal masa pelatnas. Selain itu, tim asuhan pelatih Rastafari Horongbala itu juga kerap menjalani pertandingan uji coba. Terakhir kali mereka mengikuti pertandingan invitasi di Broome, Australia Barat.
Kini tim yang digawangi Mario Wuysang dan kawan-kawan hanya tinggal menjalani pertandingan uji coba di Britama Arena melawan klub-klub lokal. Rastafari menyatakan anak asuhnya sudah semakin matang menghadapi SEA Games. "Kendala-kendala yang selama ini ada sudah bisa teratasi," katanya saat dihubungi pada Minggu, 23 Oktober 2011.
Pelatih yang akrab dengan panggilan Coach Fary itu sebelumnya sempat gelisah melihat permainan anak-anak asuhnya. "Jika mereka melawan tim-tim yang dirasa berada di bawah mereka, permainannya suka tidak berkembang. Tapi, dari dua pertandingan uji coba kemarin-kemarin mereka sudah tidak lagi seperti itu," ujarnya.
Masih ada sekitar dua sampai tiga laga uji coba lagi sampai dengan menjelang pertandingan utama nanti. "Kami akan melawan Garuda, Pelita Jaya. Selanjutnya jika dibutuhkan kemungkinan akan ada satu game lagi," kata Coach Fari. Dengan hasil uji coba yang positif Fari berharap target untuk meraih medali emas bisa dicapai.
Meski begitu, tidak mudah bagi tim putra Indonesia untuk bisa membawa pulang medali emas. Filipina, yang memang menjadi tim terkuat di Asia Tenggara, sudah membuktikan diri di kejuaraan FIBA Asia yang berlangsung di Wuhan, Cina, pada akhir September lalu. Filipina menjadi yang terbaik di Asia setelah lolos ke babak semifinal dan duduk di peringkat ke-4 dalam klasemen akhir.
Selain itu, masih ada Malaysia yang juga tampil lebih baik di FIBA Asia setelah menempati peringkat ke-11. Sementara Indonesia hanya bisa puas berada dua peringkat di bawah Malaysia. Dengan hasil semacam itu, tim putra pun terus digenjot secara fisik dan mental agar bisa bertanding dengan baik. Pemain center Rony Gunawan mengaku sekarang ini timnya sudah berada kondisi yang sangat baik. “Defense (pertahanan) yang sebelumnya selalu menjadi masalah sudah membaik,” katanya.
Namun Rony sedikit khawatir dengan persiapan akhir yang dilakukan tim di Britama Arena. Salah satu rekannya, Ponsianus Indrawan, justru harus dibekap cedera saat waktu persiapan sudah hanya dalam hitungan hari saja. “Dia cedera di lututnya setelah main scrimmage game melawan SM (Satria Muda) Britama,” katanya. Rony menilai Ponsianus atau yang juga akrab disapa Koming merupakan andalan dalam tim. “Sayang sekali kalau dia sampai tidak ikut bermain, mudah-mudahan bisa cepat pulih,” katanya.
Sementara itu, persaingan yang sama beratnya juga akan dihadapi tim putri dalam upaya merebut setidaknya medali perunggu. Indonesia dipastikan akan bersaing dengan Malaysia yang menunjukkan performa bagus di kejuaraan FIBA Asia untuk tim putri di Omura, Jepang, Agustus lalu. Namun setidaknya bekal uji coba di Cina awal bulan Oktober ini bisa menjadi bekal terbaik yang akan dibawa pada SEA Games nanti.
Di SEA Games tahun ini akan ada delapan negara peserta yang menurunkan tim putra. Indonesia akan bersaing dengan Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Myanmar, Singapura. Mereka akan mengawali perjuangan di babak penyisihan grup untuk berebut empat tempat di babak semifinal. Rencananya undian penentuan grup akan dilakukan pada 1 November mendatang.
Sementara itu di sektor putri akan ada enam negara peserta karena Kamboja dan Vietnam tidak menurunkan tim putrinya. Dengan jumlah seperti ini, mereka akan langsung bermain dalam sistem kompetisi penuh untuk ditentukan siapa yang terbaik.
EZTHER LASTANIA





