foto

Daniela Hantuchova. AP/Paul J. Bereswill

Daniela Hantuchova Mencintai Bali  

TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen tenis wanita Commonwealth Bank Tournament of Champions, Nusa Dua, Bali, akhir bulan ini memang jadi alasan utama kedatangan Daniela Hantuchova. Ia berhak mengikuti kejuaraan bergengsi akhir tahun nomor dua dari Asosiasi Tenis Wanita Dunia itu setelah memenangi turnamen di Pattaya serta mencapai semifinal di Strasbourg dan Eastbourne.

Tahun lalu peringkat ke-25 dunia itu meraih wild card di Bali, mencapai semifinal sebelum kalah oleh Alisa Kleybanova di semifinal. Kleybanova kemudian kalah oleh mantan pemain nomor satu dunia, Ana Ivanovic. Sedangkan ia kalah dalam perebutan urutan ketiga saat melawan Kimiko Date Krumm.

Namun ada alasan lain buat wanita kelahiran Poprad, Slovakia, 28 tahun lalu itu untuk kembali ke Pulau Dewata keempat kalinya setelah pada 2006, 2007, dan 2010. "Aku memiliki pengalaman yang sangat mengesankan di Bali," katanya mengenai kunjungan pertama lima tahun lalu yang berakhir dengan kekalahan pada babak pertama saat melawan Melinda Czink.

"Aku tidak dapat percaya betapa indahnya tempat itu, terutama penduduknya yang sangat ramah. Aku menikmati setiap detik ketika berada di sana," ucap wanita dengan tinggi 1,81 meter itu lebih lanjut.

Hantuchova, yang sempat menempati peringkat kelima dunia pada 2003, melaju ke final di Bali pada 2007 sebelum kalah oleh mantan pemain nomor satu dunia lainnya, Lindsay Davenport. Ketika persyaratan mengikuti turnamen WTA di Bali pada 2009 menjadi lebih ketat dengan harus memenangi kejuaraan internasional lainnya, ia sempat absen. Tapi, setelah melaju ke final di Monterrey, ia kembali tahun lalu ke Pulau Dewata dengan jatah khusus.

Akhir bulan ini Hantuchova akan melepas rindu dengan Bali. Publik pencinta tenis di Tanah Air juga akan gembira menyambut salah satu pemain WTA paling populer ini karena kecantikan dan ketenarannya menjadi model di sampul berbagai majalah terkemuka. Ia juga terkenal ramah di kamar ganti pakaian pemain dan laris menjadi model dari para fotografer.

Munculnya Hantuchova sebagai model edisi swimsuit majalah olahraga terkemuka, Sports Illustrated edisi 2009, bersama petenis wanita lainnya, Maria Kirilenko dan Tatiana Golovin, memasukkan namanya dalam jajaran selebritas petenis papan atas bersama Maria Sharapova dan Ivanovic.

Sebagaimana Sharapova, yang belum kunjung bisa naik lagi ke puncak peringkat dunia, penampilan Hantuchova tidak terlalu menonjol setelah masuk lima besar delapan tahun lalu. Namun mereka sama-sama mampu menjaga keseimbangan antara prestasi di lapangan dan ketenaran di luar arena. Tidak hebat tapi masih mampu bertahan di papan tengah.

Apa yang membuat Hantuchova bisa bertahan cukup lama meski tidak istimewa? "Aku menikmati setiap permainanku," kata wanita yang menguasai bahasa Slovak, Inggris, dan Jerman ini.

Hantuchova memang belajar banyak dari kegiatannya menekuni latihan bermain piano klasik. "Ketika berusia 13 dan 14 tahun, beberapa ratus sampai ribuan orang menyaksikanku bermain piano. Itu pengalaman menyeramkan tapi membantuku saat memasuki dunia tenis," katanya.

Di Bali, mulai akhir bulan ini, ia akan menikmati Bali dan tenis, mungkin bermain piano serta berjemur di bawah matahari pagi. "Aku suka alamnya," kata pemain dengan pukulan dua tangan backhand ini.

TENNIS | COMMONWEALTH BANK TOURNAMENT OF CHAMPONS | PRASETYO