TEMPO/Prima Mulia
Topik
Foto Terkait
Lantunan Yasin agar Ibadah Haji Mukminah di Baitullah Diberkahi Allah
TEMPO.CO, Sumenep:Sudah hampir sebulan Mukminah, 60 tahun, meninggalkan rumahnya berangkah ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam ke lima, yakni ibadah haji di Baitullah. Namun, sejak keberangkatannya, Senin 3 Oktober 2011 lalu, rumahnya di Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, masih ramai didatangi sanak saudara dan handai taulan.
Setiap malam tidak kurang dari 50 orang, laki-laki maupun perempuan khusuk melantunkan ayat demi ayat dari Surat Yasin, serta mengaji surat lainnya di dalam Al Qur’an.
Rumayya, 41 tahun, salah seorang putri Mukminah menuturkan bahwa membaca Surat Yasin dan mengaji di rumah orang yang sedang menunaikan ibadah haji merupakan tradisi turun temurun bagi warga Sumenep dan Madura umumnya.
Pahala yang diterima para peserta baca Surat Yasin, yang lazim disebut Yasinan, maupun membaca Al Qur’an, selain bakal diterima oleh masing-masing pembaca, juga dipercaya memberikan berkah kepada Mukminah. ”Tujuannya semata-mata agar Ibu diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur,” ucap Rumayya kepada Tempo.
Rumayya tak menampik biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Setap hari Rumayya harus menyediakan hidangan bagi mereka yang melakukan Yasinan. Paling sedikit Rumayya menghabiskan dana Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per hari. Padahal, acara pengajian dan Yasinan masih terus berlangsung hingga 40 hari sejak keberangkatan ibunya. ”Memang butuh biaya besar, tapi mau bagaimana lagi. Ini bukan sekadar tradisi, tapi kami mengirimkan doa demi kelancaran seluruh rukun haji yang mesti dilakukan Ibu di Tanah Suci," paparnya sambi tersenyum.
Mereka yang datang untuk mengaji tak perlu diundang. Setiap malam mereka langsung mendatangi rumah Mukminah, duduk melngkar sembari memegang buku kecil berisi surat Yasin serta berbagai doa.
Salah seorang peserta, Makmun, mengaku jarang absen mengikuti Yasinan. "Bagi saya ini bentuk ikut gembira karena ada tetangga yang mampu naik haji, siapa tahu dengan ikut mengaji Allah mendengar doa saya sehingga dimampukan naik haji tahun berikutnya. Jadi, lebih dari sekadar tradisi," kata lelaki yang bekerja sebagai buruh tani.
MUSTHOFA BISRI





