Titie Said Meninggal Dunia

TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Titie Said meninggal dunia di usia ke-76 tahun. Titie menghembuskan nafasnya pada Senin, 24 Oktober 2011 sekitar pukul 18.45, di Rumas Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Menurut Ketua LSF, Nunus Supardi, Titie meninggal setelah mengalami stroke beberapa hari lalu. "Pada 9 Oktober kemarin, saya dapat kabar Ibu Titie kena serangan stroke dan dibawa ke ICU RS Medistra," kata Nunus kepada Tempo malam ini, 24 Oktober 2011.

Kabar Titie terkena stroke itu, kata Nunus, membuat kaget para kolega Titie. Sebab selama ini, perempuan yang telah menulis 25 novel itu dikenal ceria dan tidak pernah punya riwayat sakit berat. "Paling-paling beliau kena flu saja, tidak ada sakit yang parah."

Selama bekerja di LSF, perempuan kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 11 Juli 1935 itu terkenal humoris dan tidak pernah marah. Bahkan Nunus mengaku tidak pernah mendengar Titie mengeluh tentang pekerjaan, kesehatan, maupun keluarganya. "Dia selalu membawa suasana kerja dan perbincangan menjadi hidup dan segar."

Di LSF, Titie keras terhadap film yang beradegan vulgar. "Saat menyensor film, beliau suka berkata, ciuman plintir itu, potong..potong," cerita Nunus. Istilah ciuman plintir, lanjut dia, dimunculkan oleh Titie. Yang dimaksud ciuman plintir itu  adalah adegan ciuman bibir dengan gambar close up dan durasi lama.

Selama hidupnya, Titie telah membuat puluhan novel berjudul Jangan Ambil Nyawaku (1977), Reinkarnasi, Fatima, Ke Ujung Dunia, dan Prahara Cinta (2008). Serta kumpulan cerita pendek Perjuangan dan Hati Perempuan (1962).

Titie memulai karir dengan menjadi wartawan di Majalah Wanita, pada 1965, seusai menamatkan kuliah di Universitas Indonesia. Selain itu, dia juga aktif menulis di Majalah Kartini dan Famili.

Setelah menikah, Titie pindah ke Bali. Di sana dia aktif menjadi anggota DPRD Bali. Setelah delapan tahun tinggal di Pulau Dewata, ibu lima anak ini kemabali ke Jakarta. Pada 2000-2010 Titie aktif menjadi Ketua LSF.

Saat ini, jenazah Titie telah dibawa ke rumah duka di Jalan Pejaten Raya 28 Jakarta Selatan. Jenazah akan dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Selasa siang besok.

CORNILA DESYANA